Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Progres Pembangunan Infrastruktur di Tulungagung Baru 40 Persen, Banyak Rekanan Belum Mulai Pekerjaan Fisik

Mukhamad Zainul Fikri • Minggu, 15 Oktober 2023 | 20:00 WIB

 

TERUS BERBENAH: Perbaikan jalan kabupaten terus dilakukan Dinas PUPR Tulungagung sebagai bentuk  pelayanan kepada masyarakat agar nyaman melaksanakan mobilitas sehari-hari.
TERUS BERBENAH: Perbaikan jalan kabupaten terus dilakukan Dinas PUPR Tulungagung sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar nyaman melaksanakan mobilitas sehari-hari.

TULUNGAGUNG- Sampai awal Oktober ini, progres pekerjaan infrastruktur di Tulungagung tahun anggaran 2023 masih sekitar 40 persen saja. Faktor utamanya adalah beberapa paket kegiatan yang sebenarnya telah berkontrak dan diterbitkan surat perintah kerja (SPK), tetapi pekerjaan fisiknya tidak kunjung dimulai oleh pihak penyedia jasa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Dwi Hari Subagyo mengatakan, pekerjaan konstruksi jalan rigid beton, pekerjaan talut, maupun hotmix memang dipacu pada Oktober ini.

Mengingat, masih sebagian kecil dari ratusan paket kegiatan yang dikeluarkan dinas tersebut yang pekerjaannya sudah rampung dan bisa dinikmati masyarakat.

Itu seperti pekerjaan rigid beton di Desa Kradinan dan Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, kemudian pekerjaan hotmix di wilayah Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir. Pekerjaan normalisasi saluran irigasi sawah di beberapa titik lokasi juga sudah selesai. Paket kegiatan konstruksi bangunan seperti eks Belga dan pembangunan gedung serbaguna KPU Tulungagung juga sedang on progress.

“Pekerjaan yang sudah selesai, kalau dipersentase mungkin masih sekitar 30-40 persen. Masalahnya juga ada beberapa kegiatan tambahan pada perubahan angggaran keuangan (PAK) yang membuat persentasenya menjadi sedikit,” katanya.

Selain itu, Hari menyebut banyak paket kegiatan yang sudah berkontrak, tetapi pekerjaan fisik belum dimulai kontraktor penyedia jasa. Itu cukup dimaklumi, mengingat pihak kontraktor sendiri harus membagi waktu karena pekerjaan yang dilakukan tidak hanya dari Dinas PUPR Tulungagung saja. Toh, rata-rata masa pekerjaan itu dalam kontrak adalah selama tiga bulan.

“Karena kalau pekerjaan hotmix itu kan tidak memerlukan waktu lama, maksimal satu minggu itu sudah selesai. Mereka (rekanan) kan tidak hanya dapat di Tulungagung, tapi juga mengatur mekanisme manajemennya sendiri-sendiri,” katanya.

“Jadi, pekerjaan masih bisa dilakukan di awal kontrak, pertengahan kontrak, atau diakhir kontrak,” sambung mantan Camat Ngantru itu.

Namun, seharusnya pekerjaan fisik yang sifatnya butuh waktu lama harus segera dimulai pada Oktober ini. Utamanya adalah pekerjaan rigid beton yang membutuhkan waktu 28 hari untuk masa kering hingga jalan bisa dilalui.

Juga tidak menutup kemungkinan bahwa dinas PUPR bakal memberikan teguran dan menyurati rekanan terkait agar segera memulai apa yang telah menjadi tanggung jawabnya.

Baca Juga: Ngaspal Ulang, Dinas PUPR Kota Blitar Sebut Titik-Titik Jalan Rusak

Harapannya, pada November mendatang, mayoritas pekerjaan fisik sudah selesai dan tinggal menyelesaikan administrasinya saja.  “Belajar dari pengalaman tahun lalu, di November, pekerjaan fisik kalau bisa sudah selesai. Karena kaitannya juga dengan cuaca (hujan),” ungkapnya.

Tahun ini, dinas PUPR mengeluarkan sekitar 151 paket kegiatan di bidang bina marga dan sumber daya air (SDA). Jika diakumulasikan, anggarannya sekitar Rp 120 miliar (M). (nul/c1/rka)

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #dinas pupr tulungagung #proyek