RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Tingginya produktivitas tebu di Kabupaten Tulungagung mendapatkan dukungan dari lintas sektor, salah satunya Bank Jatim Cabang Tulungagung.
Bertempat di pabrik gula PT Inti Rosan Makmur Sentosa, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, kemarin berlangsung penandatanganan nota deklarasi dukungan bersama pemberdayaan petani tebu.
Penandatanganan dilakukan oleh gabungan kelompok tani tebu (Gapoktanteb) Inti Rosan Makmur Sejahtera, PM Makmur Agro Solution PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Bank Pembangunan Daerah Jatim Cabang Tulungagung (Bank Jatim), PT Bank BPR UMKM Jatim, Inti Rosan Makmur Sentosa, Koordinator Wilayah Agrosolution Jatim PT Pupuk Kalimantan Timur, dan PT Dharma Utama Sentosa (DUS).
Pada kesempatan kemarin juga dilakukan penyerahan simbolis bantuan realisasi kredit, retail, dan KUR dari Bank Jatim kepada PT DUS dan Gapoktanteb. Diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Direktur Retail dan Menengah Bank Jatim Arif Wicaksono dan Pj Bupati Tagung Heru Suseno.
Khofifah mengapresiasi kolaborasi semua pihak yang sudah membangun partnership industri gula ini. Ditambah, Kabupaten Tulungagung yang mempunyai keunggulan beberapa pabrik gula yang beroperasi bisa giling full selama setahun, juga dengan rendemen mencapai angka 15, lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.
Diharapkan dengan dukungan perbankan ini semakin menambah produktivitas para petani tebu di Tulungagung. “Kepada Bank Jatim, matur nuwun atas support-nya yang luar biasa untuk bantuan permodalan para petani tebu. Tidak hanya petani tebu, tapi di Tulungagung juga ada sektor industri kreatif yang luar biasa di sektor garmen dan kriya batik. Monggo sedanten panjenengan bisa mengakses kredit,” ucap Khofifah di hadapan undangan yang hadir.
Pimpinan Bank Jatim Cabang Tulungagung Murjoko Teguh Hariyanto mengatakan bahwa bisa lebih peduli kepada petani tebu di wilayah Kabupaten Tulungagung. Yaitu melalui pembiayaan pada PT DUS sebesar Rp 3 miliar, juga kepada Gapoktanteb melalui pembiayaan yang bervariasi.
“Bisa menggunakan KUR super mikro, KUR mikro, dan KUR kecil. Dan itu dengan bunga yang sangat murah. Jadi, kami Bank Jatim fokus untuk kemajuan petani tebu ini, dan petani tebu tidak akan bingung lagi menjual hasil tebunya karena sudah ada pabrik gula Inti Rosan. Jadi, simbiosis itu sudah berjalan dengan baik. Dan kami support PT DUS sebagai pengepul pupuknya,” ucap Murjoko.
Sementara itu, Direktur PT DUS Rois Al Hakim mengaku sangat terbantu atas bantuan kredit dari Bank Jatim. “Alhamdulillah, sebagai distributor integrasi program Agro Solusi atau program Makmur dari Pupuk Indonesia, kredit dari Bank Jatim sangat membantu menjembatani kesulitan petani akan ketersedian pupuk.
Baik pupuk untuk alokasi ketahanan pangan seperti padi jagung kedelai, maupun pupuk tanaman hortikultura serta tanaman semusim seperti tebu untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian petani,” ucap Rois.
Komisaris Utama PT Inti Rosan Makmur Sentosa Mudofi berharap dengan dukungan kepada para petani tebu ini bisa didapatkan panen tebu yang berkualitas tinggi. Dengan demikian, juga memberikan bahan baku yang unggul untuk produksi gula di perusahaan yang dipimpinnya. (*/c1/tin)
Baca Juga: Bantu Pendampingan Masalah Hukum, Bank Jatim Kantor Cabang Blitar Kerja Sama dengan Kejari Blitar
Editor : Anggi Septian A.P.