Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tangkap Peluang Potensi Wisata di JLS Tulungagung, Pj Bupati Tulungagung: Tahun 2025 Tersambung Semua  

Mukhamad Zainul Fikri • Kamis, 19 Oktober 2023 | 05:05 WIB

 

POTENSI: Tampak pemandangan JLS Tulungagung yang memiliki banyak tempat wisata.
POTENSI: Tampak pemandangan JLS Tulungagung yang memiliki banyak tempat wisata.

TULUNGAGUNG– Pembangunan jalan sirip jalur lintas selatan (JLS) Tulungagung akan dimaksimalkan pada 2025 mendatang, setelah seluruh ruas jalur tersebut  di Tulungagung terhubung.

Untuk 2024, pembangunan jalan sirip  untuk JLS Tulungagung akan mulai dicicil dengan pembiayaan dari APBD maupun dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno menangkap sebuah peluang besar dari kehadiran JLS Tulungagung. Utamanya dalam sektor pariwisata kawasan pantai selatan. Untuk menangkap peluang itu, tentunya kehadiran jalan-jalan sirip JLS merupakan ihwal sangat penting yang harus disediakan.

“Targetnya pada 2025 JLS Tulungagung sudah tersambung seluruhnya. Itu kita punya potensi. Namun, jalan-jalan sirip menuju pantai-pantai itu masih belum terbangun dengan baik,” katanya.

Mulai dari sekarang, pemkab agaknya mulai memikirkan bagaimana caranya agar bisa membangun jalan sirip bersamaan dengan rampungnya pekerjaan JLS Tulungagung. Disebutkan bahwa sudah ter-plotting satu paket kegiatan pembangunan sirip jalan JLS pada APBD tahun anggaran 2024 nanti.

Mengingat jumlah jalan sirip  utnuk JLS Tulungagung yang harus dibangun juga cukup banyak, pemkab harus memutar otak mencari sumber pendanaan lainnya. “Kita juga berupaya mencari dana untuk memperbaiki infrastruktur di kawasan selatan Tulungagung,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung Dwi Hari Subagyo menambahkan, pada prinsipnya pembangunan JLS ruas Tulungagung merupakan tanggung jawab dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur dan Bali.

Pada prosesnya, pemkab membantu pengadaan tanah yang sudah rampung dilaksanakan. Ruas JLS Tulungagung sendiri membentang sejauh 50 kilometer (km).“Untuk Lot 6A dan 6B sudah on progress, ada beberapa bagian yang memang sudah diaspal. Beberapa bagian sedang dalam pekerjaan pengerasan jalan,” jelas Hari.

Diketahui, pada minggu lalu, Pj bupati bersama dengan dinas PUPR juga melangsungkan tinjauan langsung pekerjaan JLS Lot 6A dan 6B.

Terkait pembangunan jalan sirip JLS, lanjut dia, potensi pembangunannya ada pada usulan DAK selain gelontoran dana dari APBD. Beberapa ruas jalan sirip sudah diajukan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pusat dengan adanya Inpres Jalan Darah (IJD).

Jika usulan DAK terealisasi, maka pembangunan jalan sirip bisa lebih panjang atau satu ruas tuntas. Namun, jika mengandalkan APBD, pembangunannya terbatas dan hanya pada spot-spot tertentu.

“Usulan kita dari DAK mulai daerah Pucanglaban, Tanggunggunung, itu juga ada. Ya semoga usulan kita itu bisa terealisasi untuk 2024, karena sirip-sirip untuk akses wisata itu masih perlu dibangun,” sebutnya. (nul/c1/rka)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#JLS #jls tulungagung #Heru Suseno #pj bupati tulungagung