Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Satu Meninggal, Lima Luka-luka, Tiga Kecelakaan di Kecamatan Kedungwaru

Matlaul Ngainul Aziz • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 21:00 WIB
CARi INFO: Polisi ketika melakukan olah TKP kecelakaan di Jalan Raya Tulungagung-Kediri, Jumat (20/10/2021)
CARi INFO: Polisi ketika melakukan olah TKP kecelakaan di Jalan Raya Tulungagung-Kediri, Jumat (20/10/2021)

 

TULUNGAGUNG– Jumat berduka. Dalam sehari, ada tiga peristiwa kecelakaan warnai lalu lintas di Kecamatan Kedungwaru. Ketiga peristiwa ini membuat satu orang meninggal dunia dan lima luka-luka.

Sekitar pukul 08.00, dua pengendara kendaraan bermotor terlibat kecelakaan hingga menewaskan salah seorang pengendara di Jalan Jayeng Kusuma masuk Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, pada Jumat (20/10/023).

Laka tersebut terjadi akibat kurangnya kewaspadaan saat menyeberang sehingga dihantam kendaraan lain yang melintas.

Kapolsek Kedungwaru AKP Edy Santoso mengatakan, identitas korban yang terlibat kecelakaan lalu lintas tersebut yakni Djuri, warga Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, yang membonceng perempuan tanpa identitas. Kemudian, Rahmat Pandu, warga Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung.

Peristiwa ini bermula saat Djuri mengendarai sepeda motor nopol AG 2483 SI ingin menyeberang jalan dari barat menuju timur. Kemudian, korban Rahmat Pandu mengendarai sepeda motor nopol AG 3702 REI melintas dari selatan menuju utara.

"Lokasi tepatnya di perempatan selatan sebuah penginapan masuk Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru," jelasnya kemarin (20/10/2023).

Saat ingin menyeberang, korban Djuri diduga kurang waspada dan tidak memperhatikan arus lalu lintas. Akibatnya, kecelakaan antara dua sepeda motor tak terhindarkan. Bahkan, ketiga korban terpental ke sisi barat.

Mendapati hal tersebut, warga langsung melaporkan peristiwa ini ke Polsek Kedungwaru dan Satlantas Polres Tulungagung. "Diduga keduanya kurang waspada hingga terjadilah kecelakaan," ucapnya.

Setibanya di lokasi, ketiga korban dalam kondisi tidak berdaya. Diketahui, Djuri dinyatakan meninggal dunia di tempat akibat luka parah di kepala. Korban perempuan tanpa identitas mengalami luka babras dan tidak sadarkan diri.

Kemudian, Rahmat Pandu mengalami luka bagian kaki dan muka berdarah. "Kasus ini sudah kami serahkan ke Satlantas Polres Tulungagung. Dua kendaraan yang terlibat sudah diamankan. Ketiga korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Iskak untuk menjalani perawatan lebih lanjut," pungkasnya.

Bergeser ke selatan, 2,5 jam berselang, Nanang Winarko, warga Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru tersambar KA. Dia harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr Iskak Tulungagung pada Jumat (20/10/2023). Padahal, korban sempat diteriaki warga di sekitar perlintasan.

Kapolsek Kedungwaru AKP Edy Santoso mengatakan, peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 10.30 WIB, ketika korban berjalan dari timur ke barat mengarah ke SDN 2 Ketanon. Diketahui, korban ingin menyebrang rel kereta api di perlintasan KM 158.

Pada saat itu bertepatan dengan KA Dhoho yang akan melintas dari arah utara menuju ke selatan dengan tujuan Stasiun Tulungagung. "Jadi, pada lokasi perlintasan KA tempat tersambarnya korban, terkadang memang kerap digunakan sebagai jalan pintas untuk menyeberang dari sisi timur ke barat atau sebaliknya," jelasnya.

Polsek Kedungwaru yang mendapati laporan, lantas meneruskan laporan ke Tim Inafis Polres Tulungagung serta RSUD dr Iskak. Ketika tiba di lokasi, kondisi korban masih sadar, tetapi terdapat beberapa luka yang diderita korban akibat sambaran KA tersebut. "Kecelakaan tersebut tidak membuat perjalanan KA Dhoho terhambat," ucapnya.

Saat pemeriksaan, diketahui korban mengalami patah tulang dan sejumlah luka di lengan kiri, ditambah luka lebam pada bagian belakang kepala akibat benturan. Lantas, korban langsung dibawa ke RSUD dr Iskak untuk menjalani perawatan intensif. "Kalau kata warga yang mengenali korban, informasinya, korban ini orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)," tutupnya.

Belum selesai. Sekitar pukul 16.00, dua sepeda motor adu banteng di Jalan Pahlawan, Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, pada Jumat (20/10) pukul 16.00 WIB. Kini, kedua korban yang belum diketahui identitasnya tersebut telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Iskak untuk perawatan medis secara intensif.

Anggota Unit Gakkum Polres Tulungagung Aiptu Rohana mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, sepeda motor jenis Vario nopol AG 4373 RER hendak menyeberang setelah membeli makan.

Namun, pada arah selatan terdapat sepeda motor jenis Ninja nopol AG 5338 SQ dengan kecepatan tinggi menuju ke arah utara. Identitas korban dari kecelakaan tersebut masih belum diketahui.

Korban pengendara Vario merupakan perempuan dengan perkiraan usia sekitar 30 tahun dan korban pengendara Ninja merupakan pria usia sekitar 50 tahun. “Sementara ini kami belum mengetahui siapa saja mereka. Yang jelas, identitasnya masih dibawa. Keduanya mengalami luka babras dan kini dibawa ke RSUD dr Iskak,” pungkasnya. (ziz/c1/rka)

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Peristiwa #tulungagung #kecelakaan Tulungagung