TULUNGAGUNG - Agenda Jumat Bersih yang dipadukan dengan program Padat Karya Tunai (PKT) Desa Jarakan, Kecamatan Gondang, menjadi salah satu cara mewujudkan kembali rasa gotong royong yang hampir punah di tengah masyarakat.
Aksi Jumat bersih dan PKT itu berlangsung di kawasan Taman Mbale Seduh, Desa Jarakan, Gondang pada Jumat (27/10). Agenda Jumat Bersih sudah menjadi agenda rutin masyarakat.
Pada momen Jumat Bersih, bersamaan Pemdes Jarakan melaksanakan kegiatan PKT, kegiatan ini diikuti kepala desa, perangkat desa, dan kurang lebih 50 petani Desa Jarakan. Agenda bersama ini berlangsung mulai pukul 06.00, hingga 15.00.
Saat ini, dampak kemarau panjang, lahan pertanian di Desa Jarakan mengalami kekeringan. Untuk itu, dalam Jumat Bersih, endapan-endapan yang ada di selokan menjadi sasarannya. Harapannya ketika musim hujan tiba, air hujan bisa mengalir dengan lancar dari selokan hingga masuk ke lahan pertanian warga Desa Jarakan.
Kades Jarakan, Suad Bagiyo SH, mengungkapkan, bersama perangkat dan warga Desa Jarakan terus kompak menghidupkan budaya gotong royong, salah satunya melalui kegiatan Jumat Bersih bersamaan dengan PKT.
Yang terlibat dalam kegiatan ini adalah para petani yang ada di lingkungan Desa Jarakan, karena tali silaturahmi antar warga selama ini agak berkurang. "Maka kami menyatukan kembali tali silaturahmi itu melalui kegiatan kerja bakti di Jumat pagi ini," ungkapnya.
Sebabnya, sejak adanya Dana Desa (DD), antusias dan partisipasi masyarakat terhadap pembangunan desa mulai berkurang. Masyarakat menganggap, pemerintah desa selalu ada dana yang harus disalurkan. Sejak adanya DD pada 2014, gotong royong, semangat membangun desa, dan rasa acuh tak acuh, sudah mulai bermunculan dari masyarakat.
"Tapi Alhamdulillah sejak kami bangun bersama dan ditandatangani pakta integritas bersama masyarakat, bagaimana membangun desa secara bersama-sama, untuk masa depan anak cucu kita, kini sudah ada perubahan," jelas Suad Bagiyo.
Harapannya, semua lapisan masyarakat Desa Jarakan menyadari bagaimana membangun desa, bisa dimulai dari diri sendiri. Yakni, dimulai dari sifat rumongso dan sifat memiliki. Dampaknya, secara pelan-pelan masyarakat mulai tertarik dengan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan bersama pemerintah desa.
"Semoga kegiatan seperti ini bisa menumbuhkan kembali tali silaturahmi masyarakat, semoga semakin kuat dan kompak," harap Kades Jarakan.
Harapannya, agenda Jumat Bersih terus berjalan rutin dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan desa. Selain itu, sifat rumongso dan sifat memiliki terhadap pembangunan desa juga semakin tumbuh.
Kini, antusias masyarakat desa juga sangat tinggi dalam merespon dan mendukung program pembangunan desa, serta mengembalikan budaya lokal yang dulunya sempat hilang, yakni gotong royong. (*/ynu)
Editor : Intan Puspitasari