TULUNGAGUNG – Beragam warna lampu mewarnai Amfiteater Tebing Mojo, di Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, pada Sabtu (28/10) malam. Sejurus kemudian terdengar dentuman musik yang berganti tetabuhan untuk tarian. Usut punya usut, di area tersebut sedang digelar acara seni bertajuk Nyawang Swara Kaping Tiga. Tak pelak, hal ini menyedot animo penonton.
Ketua panitia penyelenggara Benny Widyo mengatakan sudah mempersiapkan acara tersebut sejak dua bulan yang lalu. Mengingat, pementasan kali ini melibatkan berbagai jenis pertunjukan di atas panggung sehingga harus benar-benar dipersiapkan secara matang. “Sejak dua bulan lalu kami persiapkan, dan H-3 kami terus berada di lokasi untuk persiapan akhir,” katanya kepada Koran ini.
Benny -sapaan akrabnya- menambahkan, pertunjukan ini tidak hanya berupa berbagai genre musik, tetapi juga stand up comedy dan tarian. Bahkan, pengisinya juga ada dari luar kota yang diundang. “Selain seniman lokal, kami juga mengundang dari luar kota untuk memeriahkan acara ini,” tambahnya.
Pria ramah ini melanjutkan, kegiatan yang kesekian kalinya digelar ini sebenarnya untuk mewadahi seniman lokal Tulungagung. Namun, kali ini pihaknya sengaja melakukan eksperimen dengan menggabungkan beberapa jenis pertunjukan. Tentunya ini terhitung baru pertama kali digelar di Tulungagung.
“Makanya, konsep yang kami usung berada di luar ruangan. Mengingat amfiteater ini cukup representatif,” ujarnya.
Benny pun mengaku cukup puas atas kegiatan kali ini. Ke depan diharapkan acara serupa bisa kembali digelar dengan lebih semarak.(yog/c1/rka)
Editor : Dharaka R. Perdana