TULUNGAGUNG-Sebuah tempat pemakaman umum (TPU) di Dusun Wonokromo, Desa Sembon, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, turut menjadi korban pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung.
Pemerintah desa setempat masih mencarikan lahan pengganti sebagai tempat relokasi makam yang sampai hari ini masih digunakan warga tersebut, sebelum pembangunan proyek tol Kediri-Tulungagung.
Selain tempat pemakaman umum, satu bidang eks tanah bengkok milik Kelurahan Botoran, Kecamatan Tulungagung yang terletak di Desa Sembon juga menjadi korban proyek tol Kediri-Tulungagung.
Lurah Botoran Priyo Joko menyebut eks tanah bengkok itu berbentuk memanjang. Sehingga hanya satu per tiga bagian saja yang akan dilakukan ganti rugi.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kecamatan ataupun Bidang Aset BPKAD, intinya ikuti saja prosesnya seperti apa. Kalau terkait diganti rugi dengan uang atau tukar guling nantinya, kami juga masih belum tahu,” ungkap Joko, sapaan akrab pria tersebut.
Joko mengatakan selama ini pemanfaatan eks tanah bengkok tersebut disewakan untuk masyarakat. Sebagai lahan persawahan, aset tersebut tergolong tanah yang subur dengan bisa ditanami padi atau jagung setiap tahunnya. (nul/rka)
Editor : Didin Cahya Firmansyah