Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Janji Manis Tol Kediri-Tulungagung, Petani Terdampak Ungkap Cerita Indah saat Sawah sebagai Sumber Penghasilan

Matlaul Ngainul Aziz • Kamis, 2 November 2023 | 16:00 WIB

 

ADIL DONG: Sawah milik, Linarah, salah satu dari puluhan warga Kelurahan Panggungrejo yang terdampak pembangunan tol Kediri-Tulungagung.
ADIL DONG: Sawah milik, Linarah, salah satu dari puluhan warga Kelurahan Panggungrejo yang terdampak pembangunan tol Kediri-Tulungagung.

Janji manis yang diberikan kepada warga terdampak pembangunan jalan Tol Kediri-Tulungagung dihantam kenyataan pahit.

Linarah, salah satu dari puluhan warga Kelurahan Panggungrejo yang terdampak pembangunan tol Kediri Tulungagung, mengeluhkan ganti untung atas pembangunan jalan beton tersebut.

MATLAUL NGAINUL AZIZ, Kota, Radar Tulungagung

Kini proyek tol Kediri Tulungagung mengancam sawah milik Lumirah ini  yang terbilang subur. Sebab, bersebelahan dengan aliran irigasi sehingga kebutuhan perairan di sawah tidak susah.  Itu membuat padi tumbuh subur di area tersebut.

Terhitung dalam satu tahun, dia dapat panen padi sebanyak tiga kali, dan setiap musim panen dapat mengantongi sekitar Rp 4 juta, sebelum berhembus proyek tol Kediri Tulungagung.   

Saat sosialisasi proyek tol kediri Tulungagung, Lumirah mengaku bahwasanya janji-janji manis sempat didapatkannya.

Seiring berjalannya waktu, janji-janji manis proyek tol Kediri Tulungagung hanya tersisa mimpi manis yang sulit untuk jadi kenyataan.

“Sosialisasi pertama proyek tol Kediri Tulungagung  akan diganti untung, pasti menguntungkan petani. Lalu, musyawarah pertama di kelurahan itu kita diberi janji manis, sampai satu tahun menjadi mimpi manis,” paparnya.

Hasil dari pengelolaan sawah sendiri masih dipergunakan untuk membantu membiayai dua anaknya di bangku perkuliahan.

Dia menggantungkan kehidupannya dari uang pensiunan dan hasil bumi tersebut. “Anak saya itu ada tiga, yang satu alhamdulillah sudah mentas (tuntas), dan yang dua masih mengenyam pendidikan perkuliahan,” pungkasnya. (ziz/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #tol kediri tulungagung