TULUNGAGUNG- Ada berbagai potensi unggulan pertanian dari sejumlah wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Tulunggung. Salah satu cara untuk memperkenalkan seluruh produk unggulan tersebut ke masyarakat luas, adalah dengan sebuah Pameran Produk Pertanian Unggulan Tahun 2023 yang diinisiasi Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Tulungagung.
Pameran Produk Pertanian Unggulan Tahun 2023 dibuka langsung oleh Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno, Kamis (2/11/2023). Pelaksanaan pameran tersebut mulai Kamis (2/11) sampai Sabtu (4/11/2023) mendatang di halaman kantor Dispertan Tulungagung.
Pj Bupati Heru Suseno mengatakan, Pemkab Tulungagung kini sedang fokus memastikan stok pangan masyarakat tetap tercukupi. Dari observasi yang dilakukannya termasuk saat berada di Pameran Produk Pertanian Unggulan, beberapa komoditas juga memiliki harga terjangkau kendati terjadi fluktuasi.
Semisal, harga beras medium di pasar tradisional berada di angka Rp 10.900 setiap kilogram (kg), sedangkan beras premium berada di angka Rp 13.500 per kg.
“Tapi saya tadi bicara sama pimpinan Bulog Tulungagung, ternyata harga beras dari Bulog masih di bawah itu,” terang Heru.
Pameran produk pertanian unggulan diyakini memberikan banyak manfaat terhadap para petani Tulungagung ataupun masyarakat. Melalui acara itu juga, pemkab akan melihat seperti apa kemampuan pasar untuk menyerap hasil pertanian dari Tulungagung. Termasuk memastikan sebenarnya cadangan pangan yang dimiliki Tulungagung masih sangat mencukupi.
Dia ingin acara serupa tidak hanya dilakukan sekali dalam setahun. Minimal tiga kali dalam setahun bisa dilaksanakan pada awal, pertengahan, dan akhir tahun.
“Kegiatan ini saya pikir positif. Maka kalau hanya dilakukan setahun sekali, saya rasa masih kurang. Itu menjadi tantangan dari dinas pertanian untuk melakukan hal-hal seperti ini. Tidak hanya di halaman saja, tapi di tempat yang lebih luas lagi,” tantangnya.
Melihat potensi besar dari aspek ekonomi dan sosial, dia mengatakan, pengembangan agribisnis produk unggulan pertanian akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Karena akan membuka banyak kesempatan kerja dan usaha sehingga mempunyai prospek yang baik untuk ditingkatkan.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Provinsi Jawa Timur itu juga meminta kepada petugas teknis di wilayah kecamatan ataupun kabupaten untuk selalu mengawal peningkatan produksi pertanian.
Selain peningkatan produksi, juga harus meningkatkan kualitas produksi agar bisa mendapatkan nilai tambah. “Maka petugas teknis selalu berjalan beriringan dengan petani untuk bisa memelihara, merawat, dan membudidayakan tanaman yang diusahakan melalui penerapan paket teknologi,” tutupnya. (nul/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah