TULUNGAGUNG - Pelatihan peningkatan kualitas dan kompetensi manajerial kepala SMK berbasis industri (IN-2) baru saja digelar. Pelatihan itu diadakan di Lombok Astoria Hotel pada Jumat (27/10). Pelatihan ini diikuti pula oleh kepala SMKN 1 Bandung.
Para kepala SMK dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul untuk mendiskusikan berbagai isu dan strategi dalam pendidikan berbasis industri. Kepala SMKN 1 Bandung, Syaiful Huda, S.Pd., MPd. berharap, ada dampak positif dalam peningkatan kualitas pendidikan berbasis industri.
Selama pelatihan, para kepala SMK mendapatkan wawasan mendalam tentang tantangan yang dihadapi oleh sekolah-sekolah berbasis industri. Kepala SMKN 1 Bandung, Syaiful Huda yang turut serta dalam kegiatan tersebut menyatakan, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan (GTK) dalam bidang numerasi domain aljabar sangat dibutuhkan.
"Saya juga bisa berkontribusi dalam pelatihan tersebut dan berbagi pengalaman kami di SMKN 1 Bandung," ungkapnya.
Bagi Syaiful Huda, setiap kepala SMK memiliki peran penting dalam meningkatkan sistem pendidikan. Pelatihan IN-2 memberikan peluang bagi para peserta untuk memperdalam pengetahuan, serta berbagi ide dan membangun jaringan dalam komunitas kepala SMK.
Harapannya, pelatihan ini membawa dampak positif dalam peningkatan kualitas pendidikan berbasis industri di seluruh Indonesia. Selain itu, kegiatan ini penuh dengan inspirasi.
Para peserta pulang dari acara dengan semangat baru dan keterampilan yang ditingkatkan untuk menjadikan sistem pendidikan berbasis industri di Indonesia semakin cemerlang.
Pelatihan ini juga sebagai tindak lanjut rapor pendidikan di satuan pendidikan yang telah diterbitkan oleh Kemendikbudristek. Bahwa butuh aksi nyata dan pembenahan dari nilai rapor pendidikan yang masih belum baik di program skala prioritas.
Kompetensi numerasi pada domain aljabar menjadi dasar untuk meningkatkan kemampuan GTK dalam bidang tersebut. Dengan begitu, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan berbasis projek menjadi acuan agar pembelajaran numerasi, khususnya domain aljabar, menjadi pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dalam penerapannya secara kontekstual di lapangan. (ari/c1/ynu)
Editor : Intan Puspitasari