TULUNGAGUNG- Pekerjaan fisik pada jalur lintas selatan (JLS) Tulungagung untuk lot 6A–6B yang menghubungkan Kecamatan Kalidawir dan Kecamatan Pucanglaban sebentar lagi rampung. Karena pada akhir Desember mendatang, pekerjaan sepanjang 13 kilometer (km) itu dijadwalkan sudah selesai seluruhnya.
PPK Pansela 1 Provinsi Jawa Timur Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jatim–Bali, I Made Budiana menyebut pada periode akhir Oktober lalu, progres JLS Tulungagung lot 6A sudah mencapai 86 persen. Hanya untuk lot 6B, terjadi keterlambatan dengan progres yang berada di angka 78 persen pada periode akhir Oktober lalu.
Meski begitu, dia meyakini pekerjaan pada dua lot tersebut akan selesai tepat waktu. Khusus JLS Tulungagung untuk lot 6B, pada 8 Desember nanti, progres pekerjaan ditarget bisa mencapai 95 persen.
Sementara pada sisa waktu antara 8 Desember hingga akhir Desember, pekerjaan yang dilaksanakan mulai Mei 2022 itu bisa 100 persen rampung. “Karena komponen utama pada JLS Tulungagung lot 6B itu adalah aspal, kira-kira hampir 9 persen kekurangannya itu adalah komponen aspal,” jelas Budi,-sapaan akrab I Made Budiana.
Dengan progres yang cukup tinggi itu, sebenarnya ruas JLS Tulungagung yang menghubungkan antara Kecamatan Kalidawir dan Pucanglaban sebagian sudah terbuka. Namun, masyarakat masih dilarang untuk melewatinya karena beberapa pekerjaan masih dilakukan.
Budi menyebut selain ada pekerjaan pengaspalan ataupun pengecoran lantai jembatan pada dua lot tersebut. “Ada dua jembatan pada dua lot itu. Pada 8 November mendatang, jadwalnya adalah pengecoran lantai jembatan JLS Tulungagung di lot 6B,” ungkapnya.
Budi mengungkapkan meskipun sudah dipasang papan larangan bagi masyarakat untuk tidak melintasi JLS Tulungagung lot 6a dan 6b, namun masih saja ada yang kepo tetap ingin melewati jalan baru tersebut.
Tujuan mereka biasanya adalah untuk mencari pantai baru yang terkenal bagus dan membuat konten tertentu. “Masih dilarang untuk dilewati karena ditakutkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Karena kan masih banyak jalur yang bisa membuat masyarakat kesasar juga,” katanya.
“Akhirnya kita portal saja agar tidak ada yang melewati jalan baru itu, utamanya pada hari sabtu dan minggu,” sambung Budi.
Sekedar diketahui, JLS Tulungagung lot 6A dan 6B membentang sepanjang 13 kilometer, menghubungkan Pantai Sine di Kecamatan Kalidawir hingga Kecamatan Pucanglaban yang berbatasan dengan Kabupaten Blitar.
Proyek ini mulai dikerjakan Mei 2022 lalu dan dijadwalkan akan berakhir pada Desember mendatang.(nul/rka)
Editor : Didin Cahya Firmansyah