TULUNGAGUNG- Pada saat ini, produsen HP asal China seperti Xiaomi dan Huawei memang sedang mengambil langkah-langkah untuk mengurangi ketergantungan pada sistem operasi Android.
Xiaomi misalnya, telah meluncurkan HyperOS, sebuah sistem operasi yang merupakan hasil dari penggabungan antara Android dan platform Internet of Things (IoT) milik Xiaomi yang disebut Vela.
HyperOS memungkinkan pengguna Xiaomi untuk mengintegrasikan pengalaman pengguna mereka di berbagai perangkat.
Mulai dari smartphone hingga smartwatch dan smart TV, dalam satu ekosistem yang lebih terpadu.
Meskipun HyperOS masih bergantung pada Android, Xiaomi terus mengembangkan sistem operasi ini untuk memberikan pengalaman yang lebih mandiri kepada pengguna mereka.
Sementara itu, Huawei telah mengambil langkah lebih jauh dengan memperkenalkan HarmonyOS, sebuah sistem operasi yang sepenuhnya mandiri dan lepas dari ekosistem Google.
Meskipun mengalami kesulitan awal, Huawei berhasil mempromosikan HarmonyOS dan merilis perangkat-perangkat seperti Mate 60 Pro yang sukses di pasaran.
Saat ini, lebih dari 700 juta perangkat sudah menggunakan HarmonyOS.
Namun, tantangan untuk menggeser dominasi Android tetap besar.
Android masih mendominasi pasar sistem operasi mobile dengan pangsa pasar sebesar 70%, sementara iOS milik Apple memiliki porsi yang lebih kecil.
Meskipun begitu, Xiaomi dan Huawei terus berupaya untuk mengembangkan sistem operasi mandiri mereka masing-masing.
Baca Juga: Ingin Keluar Negeri ? Begini Cara Daftar IMEI Jika HP Anda Tidak Ingin Diblokir
Menciptakan alternatif bagi pengguna yang mencari pengalaman yang berbeda dan mandiri dari ekosistem Android.
Dalam situasi geopolitik yang kompleks, langkah-langkah ini juga bisa dianggap sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asal Amerika Serikat.
Editor : Didin Cahya Firmansyah