TULUNGAGUNG - Hari pertama eksekusi penertiban tugu pencak silat di Tulungagung yang berdiri di atas fasilitas umum (fasum). Ada tiga tugu yang berada di tiga wilayah desa yang berbeda berhasil ditertibkan oleh tim gabungan dengan mengerahkan alat berat.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Tulungagung, Sony Welly Ahmadi menyebut, upaya pembongkaran tugu pencak silat pada hari pertama berjalan dengan lancar.
Nihil resistensi saat pembongkaran tugu pencak silat di Tulungagung, baik oleh anggota perguruan silat yang bersangkutan ataupun dari masyarakat sekitar.
Penertiban hari pertama pada Rabu (8/11/2023) kemarin, tiga titik tugu yang berada di Desa Sambitan, Sukoanyar, di Kecamatan Pakel, dan Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, berhasil ditertibkan atau dirobohkan.
Tim penertiban tugu pencak silat di Tulungagung diisi personel gabungan beberapa instansi. Mulai dari Satpol PP Tulungagung, kepolisian, TNI, bakesbangpol, dispora, pemerintah kecamatan dan desa setempat, sampai Dinas PUPR Tulungagung sebagai penyedia alat berat.
“Pembongkaran tugu pencak silat di Tulungagung pada hari pertama ini berjalan lancar. Tidak ada gesekan yang terjadi dan relatif aman, karena kan kemarin (Selasa 7/11/2023) juga sudah ada kesepakatan,” kata Sony.
Kesulitan yang dihadapi oleh tim gabungan hanyalah pada proses pembongkaran tugu yang memerlukan waktu lama. Mengingat, beberapa tugu pencak silat memang mempunyai ukuran yang besar dan lokasinya berada di area yang sempit berdekatan dengan perumahan warga. Penertiban dilakukan dengan merobohkan tugu.
“Memang ada sebagian tugu pencak silat yang berukuran besar, apalagi tempatnya juga kecil dan berdekatan dengan rumah. Itu kan memerlukan waktu. Mungkin kalau masalahnya itu saja,” ungkapnya.
Dengan tiga tugu pencak silat yang berhasil ditertibkan pada hari pertama, artinya, tim gabungan masih memiliki tugas untuk menertibkan 33 tugu lainnya yang berdiri di atas fasum.
Dia menyebut puluhan tugu itu secara bertahap akan diselesaikan kurang dari satu bulan ke depan. Puluhan tugu tersebut mayoritas berada di wilayah Kecamatan Pakel, Bandung, dan Besuki.
“Karena keterbatasan personel, juga tidak mungkin semua ini kita selesaikan dalam satu hari. Namun bertahap terus akan kita selesaikan,” paparnya.
“Target kita tidak ada satu bulan mungkin sudah bisa diselesaikan, tinggal koordinasi lebih lanjut dengan instansi yang terkait,” sambungnya.
Kemudian untuk rencana titik tugu yang ditertibkan pada hari ini, sampai berita ini ditulis, Sony mengungkapkan masih akan dilakukan pemetaan lebih lanjut. “Besok belum ada rencana titik mana yang akan ditertibkan, masih dipetakan lagi,” tutupnya.
Sekadar diketahui, penertiban yang dilakukan menindaklanjuti kesepakatan dalam rapat koordinasi (rakor) antara forkopimda bersama dengan pentolan seluruh perguruan pencak silat yang ada di Tulungagung yang dilaksanakan pada Selasa (7/11/2023) lalu.
Ada 36 tugu perguruan pencak silat yang masih berdiri di fasum bakal dilakukan penertiban secara paksa. Langkah itu diambil setelah pendekatan persuasif yang sebelumnya dilakukan pemerintah daerah untuk menertibkan tugu perguruan kurang berhasil sampai akhir Oktober kemarin. (nul/c1/rka)
Editor : Didin Cahya Firmansyah