TULUNGAGUNG – Rekanan harus ngegas pengerjaan proyek infrastruktur di Tulungagung. Pasalnya, hingga akhir Oktober lalu, persentase pekerjaan baru mencapai sekitar 70 persen. Artinya dalam rentang waktu sekitar sebulan ini harus mengejar 30 persen sisanya.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Agus Sulistiono membeberkan, dari sekitar 151 paket kegiatan fisik yang diluncurkan, per akhir Oktober lalu sudah banyak proyek infrastruktur yang selesai.
Proyek infrastruktur di Tulunggung, seperti pembangunan jalan dan jembatan, dari total 105 paket kegiatan yang ada, 72 di antaranya sudah bisa digunakan masyarakat. Kemudian, pembangunan dalam bidang sumber daya air (SDA), dari 40 paket kegiatan yang diluncurkan, 20 di antaranya sudah rampung dikerjakan.
“Kalau secara keseluruhan, per akhir Oktober lalu proyek infrastruktur di Tulungagung progresnnya sudah 70 persen lebih. Sementara paket kegiatan yang saat ini masih berjalan, progresnya juga sudah banyak yang 50 persen ke atas,” sebut Agus.
Agus menyebut seluruh proyek infrastruktur di Tulungagung yang diluncurkan ditarget selesai sebelum tutup buku anggaran tahun ini atau maksimal pada akhir Desember 2023 nanti.
Karena pada pertengahan bulan Desember itu, proyek infrastruktur di Tulungagung biasanya hanya tinggal mengurus administrasi serta pencairan kepada para rekanan penggarap.
Dengan begitu, pada sisa waktu yang ada ini, seluruh rekanan penggarap proyek infrastruktur di Tulungagung mulai dipacu untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih belum rampung.
“Kita juga dibayang-bayangi dengan hujan ya, karena beberapa daerah tetangga juga mulai turun hujan di awal November ini. Makanya ini sedang kita pacu untuk pekerjaannya,” katanya.
“Dari pengalaman tahun kemarin, biasanya rekanan proyek infrastruktur di Tulungagung pada pertengahan Desember itu sudah pencairan dari BPKAD. Makanya sebelum itu, kita usahakan pekerjaan fisiknya sudah selesai dan tinggal menyelesaikan proses administrasinya saja,” sambung Agus.
Kemudian untuk ratusan proyek infrastruktur dari PUPR Tulunggung tahun ini, Agus meyakini bisa diselesaikan sebelum waktu yang telah ditetapkan pada kontrak masing-masing paket kegiatan.
Karena pada tahun ini, proyek infrastruktur di Tulungagung tidak ada satu pun yang mengalami gagal tender sehingga semua paket kegiatan bisa dikerjakan pada tahun berkenaan.
“Yang mungkin akan memakan waktu cukup lama itu adalah pekerjaan cor beton itu. Karena konstruksinya harus menunggu selama 28 hari untuk bisa dilalui masyarakat. Tapi, saya lihat paket kegiatan yang cor beton itu sudah mulai dikerjakan semuanya,” ungkapnya.
Secara rinci, pada 2023 ini, dinas PUPR meluncurkan total 151 paket kegiatan di bidang bina marga dan SDA. Jika diakumulasikan, anggarannya sekitar Rp 120 miliar (M) yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Tulungagung. P
ada bidang bina marga, ada 111 paket kegiatan yang dilaksanakan dengan proyeksi sekitar 70 kilometer (km) jalan yang dibangun. Sementara pada bidang SDA, total ada 40 paket kegiatan yang diluncurkan. “Tahun ini (pembangunan) kita menyebar di seluruh wilayah kecamatan, hampir semua ada. Termasuk wilayah pinggiran,” tutup Agus. (nul/c1/rka)
Editor : Didin Cahya Firmansyah