Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pegawai Pemkab Tulungagung Empat Hari Pakai Baju Adat, Sambut Hari Jadi Tulungagung, untuk Lestarikan Budaya dan Gairahkan UMKM Baju Tradisional

Mukhamad Zainul Fikri • Selasa, 14 November 2023 | 15:30 WIB

 

SERENTAK  : Para tiga pegawai Pemkab memakai baju adat  jawa di Pemkab Tulungagung, Senin (13/11/2023). Hal itu untuk menyambut Hari Jadi Tulungagung ke 818 pada 18 November 2023.
SERENTAK : Para tiga pegawai Pemkab memakai baju adat jawa di Pemkab Tulungagung, Senin (13/11/2023). Hal itu untuk menyambut Hari Jadi Tulungagung ke 818 pada 18 November 2023.

TULUNGAGUNG - Nuansa berbeda terlihat pada kantor Pemkab Tulungagung, swasta maupun lembaga pendidikan di Tulungagung. 

Terhitung mulai Senin (13/11/2023) setiap pegawai di Pemkab Tulungagung, guru hingga siswa diminta untuk menggunakan pakaian tradisional Jawa.

Kebijakan Pemkab Tulungagung itu diambil untuk menyongsong Hari Jadi Tulungagung ke 818 jatuh pada 18 November mendatang.

Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno membenarkan sudah mengeluarkan sebuah surat edaran kepada seluruh instansi pelat merah maupun swasta di Tulungagung.

Isinya, agar setiap pegawainya mengenakan pakaian tradisional Jawa saat bekerja selama empat hari ke depan.

Waktunya terhitung mulai Senin kemarin sampai Kamis (16/11) mendatang. Pemakaian baju tradisional Jawa ini adalah salah satu rangkaian dalam memperingati Hari Jadi Tulungagung Ke 818. 

“Hari ini (kemarin) kita mulai memakai baju adat Jawa selama empat hari. Kita sudah berikan surat edaran kepada semua instansi pemerintah dan swasta yang ada di Tulungagung,” ungkap Heru.

Berdasarkan Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, setiap daerah diperintahkan untuk melestarikan adat dan budaya yang dimiliki.

Sehingga langkah kebijakan yang diambil ini, merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk melestarikan budaya yang selama ini ada di Tulungagung ini.

“Kalau Tulungagung kecenderungannya kan ke Mataraman, kita coba memberikan nuansa yang berbeda,” katanya.

Baca Juga: Santoso Tekankan Kuatkan Sinergitas Antarpemerintah di Momen Hari Jadi ke-699 Blitar

Di satu sisi, Heru meyakini gairah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sektor pakaian tradisional sampai usaha jasa sewa jenis baju tersebut akan mendapatkan keuntungan tersendiri.

“Saya yakin pasti ada peningkatan bagi UMKM baju tradisional. Saya sudah minta Disperindag untuk menghitung kira kira berapa pertambahan pendapatan mereka itu,” pungkasnya.

Selain instansi pemerintah dan swasta, lembaga pendidikan juga diintruksikan untuk menjalankan kebijakan itu.

Baca Juga: Bupati Rini Beri Kejutan Beri Kejutan Peringatan Hari Jadi ke-699 Blitar

Kepala SMK  Veteran 1 Tulungagung, Mukhamad Fatkhul Azis menyambut baik kebijakan pemakaian pakaian tradisional ini.

Menurut dia, hal itu bisa memperkenalkan kembali identitas bangsa kepada para generasi muda yang saat ini mulai tergerus dengan budaya-budaya asing.

“Malah kalau bisa jangan hanya menjelang hari jadi Tulungagung saja. Saya pikir kalau dibuat rutin, semisal satu kali dalam satu bulan itu lebih bagus lagi,” katanya.

Hanya saja, pada hari pertama ini, dia mengungkapkan masih ada beberapa murid yang belum menggunakan pakaian tradisional Jawa dengan alasan masing-masing.

“Kalau satu atau dua siswa yang belum mengikuti aturan ini saya pikir normal. Toh ini masih hari pertama juga,” tutup Azis, sapaan akrab pria tersebut. (nul/rka)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#lestarikan budaya #baju adat #umkm #Pemkab Tulungagung #Hari jadi tulungagung