Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perempuan Korban Kecelakaan Kareta Api di Tulungagung Berstatus Mahasiswi UNS Surakarta, Tabiat Keseharian Terungkap saat Magang di Pemkab Tulungagung

Matlaul Ngainul Aziz • Kamis, 16 November 2023 | 17:41 WIB

 

NAHAS: Tim Inafis Polres Tulungagung ketika melakukan olah TKP peristiwa kecelakaan di perlintasan kereta api, di Desa Tanon, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Rabu (15/11/2023).
NAHAS: Tim Inafis Polres Tulungagung ketika melakukan olah TKP peristiwa kecelakaan di perlintasan kereta api, di Desa Tanon, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Rabu (15/11/2023).


TULUNGAGUNG- Status perempuan tertemper kereta api di Tulungagung terungkap. Hasil dari identifikasi korban kecelakaan kereta api, RBT, 21, warga Jalan Mataram, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, diketahui merupakan mahasiswi UNS (Universitas Sebelas Maret) Surakarta.

"Korban memang statusnya adalah mahasiswi (UNS Surakarta)," kata Kasi Humas Polres Tulungagung Mujiatno.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) mahasiswi UNS Surakarta yang jadi korban kecalakaan kereta api di Tulungagung ini, pihaknya menduga korban sengaja bunuh diri, karena saat kejadian telah diperingatkan oleh warga sekitar ada kereta api yang melintas. Namun korban justru bergeming sehingga terlindas Kereta Api Gajayana.

Selain itu, diketahui jika mahasiswi UNS Surakarta yang jadi korban kecelakaan kereta api kini sedang magang di Tulungagung. “Korban kecelakaan kereta merupakan salah satu mahasiswi magang di kantor Pemkab Tulungagung,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tulungagung Galih Nusantoro.

"Yang bersangkutan memang magang vokasi akuntansi dari UNS Surakarta di BPKAD Tulungagung. Dia sudah dua bulan di sini," kata Galih.

Menurut dia, selama ini korban berperilaku biasa dan tidak menunjukkan gelagat yang aneh. Bahkan sejumlah rekannya tidak menyangka korban nekat mengakhiri hidup dengan cara tragis. "Nggak pernah cerita kalau punya masalah atau yang lain. Hanya saja korban itu memang pendiam," ujarnya.


Diketahui sebelumnya Rabu (15/11/2023) pagi, RBT, warga Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, terlindas KA Gajayana. Masinis telah membunyikan bel peringatan berkali-kali. Bukannya menjauhkan diri, korban justru mendekat di perlintasan KA hingga akhirnya terlindas.

Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Mujiatno mengatakan, peristiwa ini bermula saat KA Gajayana melaju dari utara bertujuan ke Stasiun Tulungagung. Ketika tiba di perlintasan KM 158+6 dan KM 158+7, terlihat seseorang berdiri di tepian rel. “KA Gajayana ini dari utara menuju Stasiun Tulungagung,” jelasnya.

Mendapati hal tersebut, bel peringatan pun berkali-kali dibunyikan oleh masinis KA jurusan Malang-Gambir tersebut. Nahas, bukannya pergi menjauh, perempuan tersebut justru tiduran di rel kereta.

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #kecelakaan kereta api #mahasiswi UNS Surakarta