Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Integrasi PLTO dan SDC SETI Ramah Lingkungan

Intan Puspitasari • Sabtu, 18 November 2023 | 17:06 WIB
ILUSTRASI: PLTO (kiri) dan Submerged Data Center SETI.
ILUSTRASI: PLTO (kiri) dan Submerged Data Center SETI.

Artikel ini ditulis oleh:
Silvia Larasatul Masyitoh - Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta UNY


Tidak adanya internet di daerah pantai disebabkan tidak meratanya persebaran infrastruktur internet di Indonesia. Dikutip dari BPS 2021, sebanyak 17.012 desa dari 83.843 desa di Indonesia, tidak menerima sinyal internet yang layak. Hal inilah yang mendorong mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merancang sebuah pusat data bawah laut atau Submerged Data Center (SDC) ramah lingkungan, bernama Suistanable Eco Technology Incorporated (SETI) yang terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Ombak (PLTO).

Tim ini beranggotakan Silvia Larasatul Masyitoh (Jurusan Teknologi Informasi), Damar Albaribin Syamsu (Jurusan Pendidikan Teknik Informatika), Satya Adhiyaksa Ardy (Jurusan Teknologi Informasi), Munia Putri Nabila Rambe (Manajemen), dan Friska Tarihoran (Pendidikan Geografi). Gagasan tim ini berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Belmawa Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) 2023.

Ketua tim, Silvia Larasatul Masyitoh memaparkan, SDC SETI hanya membutuhkan daya 240 KWh untuk pengoperasiannya, berbeda dengan pusat data di darat yang membutuhkan dua kali lipatnya untuk sistem pendingin. Penggunaan listrik yang rendah menghindari terjadinya korsleting hingga ledakan pada pusat data.

Damar Albaribin Syamsu menambahkan, SDC SETI memanfaatkan energi terbarukan dari PLTO sebagai sumber dayanya. Letak data center di bawah laut dapat mengantisipasi terjadinya kerusakan akibat kesalahan manusia.

Rancang bangun dan bahan pembuatan SDC SETI menyebabkannya tahan terhadap segala tekanan maupun bencana yang terjadi di dasar laut. Selain itu, SDC SETI dilapisi batu karang buatan sebagai tempat berlindung ikan dan hewan laut lainnya, sehingga ekosistem laut tetap terjaga.

Munia Putri Nabila Rambe juga menjelaskan, bahwa kebutuhan internet untuk menjalankan SDC SETI mendorong pembangunan infrastruktur internet yang memadai, sehingga juga memberikan dampak positif bagi daerah pesisir.

Pembangunan SDC SETI akan mendukung pengadaan internet di tempat sekitar melalui teknologi seperti WiFi station yang nantinya dapat meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas ke layanan internet bagi penduduk di daerah pesisir.

Gagasan ini akan dipresentasikan di hadapan para juri dan kontestan lainnya, serta dipamerkan dalam bentuk poster kepada para pengunjung dalam kegiatan PIMNAS 36 di Universitas Padjadjaran. Dengan ini diharapkan gagasan SDC SETI dapat dikenal oleh lebih banyak orang. (*)

Editor : Intan Puspitasari
#universitas negeri yogyakarta #PLTO #SDC SETI