Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hujan Mengguyur Tulungagung Hari Ini, Warga Beri Tanggapan Beragam hingga Berani Singgung Nasib Para Petani

Didin Cahya Firmansyah • Senin, 20 November 2023 | 02:43 WIB

 

HATI-HATI: Pengendara ketika melintas di Jalan Raya Bolorejo, Kauman, Tulungagung, saat diguyur hujan, Minggu (19/11/2023).
HATI-HATI: Pengendara ketika melintas di Jalan Raya Bolorejo, Kauman, Tulungagung, saat diguyur hujan, Minggu (19/11/2023).

TULUNGAGUNG-Hujan mengguyur sebagian wilayah Tulungagung Minggu (19/11/2023). Meski tidak lama dan guyuran tidak deras, tetap membuat teduh.

Jalan-jalan yang biasanya berdebu dan panas kini berubah tersiram air, setelah hujan mengguyur Tulungagung.    

“Hujan sekitar pukul 08.00, lumayanlah tidak terlihat panas dan gerah dengan adanya hujan mengguyur Tulungagung,” ungkap warga Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung, Dany, Minggu (19/11/2023).

Dia mengaku, hujan mengguyur Tulungagung hari ini tergolong lebih tinggi debit air yang turun, dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya hanya berupa gerimis.

Maka terlihat dijalan-jalan sejumlah pengendara motor menggunakan mantel, untuk melindungi tubuh dari guyuran air hujan. Maka selama hujan mengguyur Tulungagung mereka tetap aman melintas diaspal.         

Di samping itu, mereka yang tidak mengira ada hujan mengguyur Tulungagung  akan lebih pilih berteduh dan tidak bepergian ke luar rumah. Jika dipaksakan akan merugikan kesehatan.  

Dia memperkirakan hujan mengguyur Tulungagung terus terjadi, jika melihat dari awan gelap yang muncul di langit Kota Marmer ini. Yakni ketika malam atau sore hari. “Beberapa kali gerimis turun pada dini hari,” kata pemuda 25 tahun itu.

Hujan mulai turunb bisa membuat petani bernafas lega. Tanaman selama ini mengandalkan pompa air,  bisa berkurang jika hujan terus turun.

Biasanya jika intensitas hujan sering, petani di wilayah setempat memilih padi sebagai tanaman andalan. “Saat ini rata-rata jagung atau kedelai, karena memang  tak butuh air,”ujarnya.

Di tempat berbeda, hujan juga turun di Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung sekitar pukul 08.00. Hujan tergolong deras, meski hanya beberapa menit guyuran air dari langit.

”Durasinya sebentar saat hujan mengguyur Tulungagung, sebelumnya sempat gerimis pada dini hari, tapi hari ini lumayan deras,” tandas warga Desa Ketanon, kecamatan setempat, Firmansyah.

Dia berharap hujan menguyur Tulungagung bisa rutin terjadi, agar persawahan dan sungai kembali bisa dioptimalkan para petani.

Jika sungai di Tulungagung yang merupakan sumber air ini terisi, maka lahan pertanian akan lebih mudah memanfaatkan.

“Di beberapa daerah mengalami kekeringan, sehingga butuh suplai air bersih untuk kebutuhan warga,” pungkasnya.(*)     

 

      

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Hujan Mengguyur #tulungagung