Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Salsabila Dhita Nurani, Wanita Kreatif Asal Tulungagung yang Mampu Mengolah Limbah Marmer Menjadi Produk Bernilai Ekonomis Furniture dan Home Décor

Mukhamad Zainul Fikri • Rabu, 22 November 2023 | 03:41 WIB
KOMPAK: Salsabila Dhita Nurani (paling kiri) dan kawan-kawannya berhasil merubah limbah marmer menjadi produk Furniture hingga Home Decor.
KOMPAK: Salsabila Dhita Nurani (paling kiri) dan kawan-kawannya berhasil merubah limbah marmer menjadi produk Furniture hingga Home Decor.

TULUNGAGUNG - Siapa bilang limbah marmer tidak berguna. Ditangan Salsabila Dhita Nurani dan kawan-kawannya, limbah marmer yang dianggap tidak berguna ternyata bisa menjadi berbagai macam produk home decor dan furniture dengan value yang tinggi.

Bukan sebuah rahasia lagi bahwa Marmer menjadi kebanggaan warga Tulungagung.

Sejak lama, Tulungagung menjadi sentra kerajinan marmer sampai dijuluki dengan Kota Marmer.

Banyak produk marmer yang dihasilkan sampai dikirim ke luar daerah bahkan luar negeri.

Dalam setiap produk Marmer yang dihasilkan, pasti menyisakan limbah yang tidak lagi digunakan.

Kebanyakan limbah marmer dibuang untuk batu kracak yang disebar dipinggiran jalan protokol.

Dalam pandangan Salsabila Dhita Nurani, limbah Marmer itu masih bisa dimanfaatkan lagi.

Sangat disayangkan jika limbah marmer dengan beraneka ragam warna, bentuk dan ukuran harus dibuang begitu saja ketika sudah tidak lagi digunakan.

Menurut dia, itu sebuah potensi besar yang harus ditingkatkan menjadi sebuah produk dengan harga jual yang tinggi meski awalnya hanya sekadar limbah.

“Awalnya saya kan melihat salah satu pabrik kerajinan Marmer di daerah Campurdarat sana, saya itu melihat kok banyak limbah yang tidak dimanfaatkan,” jelas Dhita, sapaan akrab perempuan asal Desa Waung, Kecamatan Boyolangu tersebut.

Pada eksplorasi pertamanya, Dhita datang kepada pembuat produk Terazo di Tulungagung untuk belajar. Karena konsep dari Terazo, bisa digunakan untuk mendaur ulang limbah marmer.

Dari situ, akhirnya tercetuslah ide awal produk yang Dhita dan tiga rekannya buat. Yakni produk Stoole dan Coffee table dengan limbah marmer yang menjadi salah satu unsur yang dijual.

“Jadi dudukannya Stoole yang kita buat itu dudukannya dari limbah marmer, sedangkan kalau penyangganya tetap dari kayu. Kalau Coffee table nya juga sama konsepnya seperti itu,” jelas Dhita.

Kenapa Stoole dan Coffee table menjadi menjadi produk awal yang dibuat? Dhita menjelaskan bahwa sasaran pasar mereka adalah Coffee Shop, mengingat usaha tersebut memerlukan hal yang unik dan kreatif.

Dari dua produk furniture tersebut, berkembangnya waktu, Dhita dan kawan-kawannya bereksplorasi lagi untuk mengembangkan sisa limbah marmer menjadi beberapa produk Home Décor.

Itu membuktikan bahwa limbah marmer seharusnya tidak dibuang begitu saja, karena masih bisa dimanfaatkan untuk produk-produk yang memiliki nilai yang tinggi.

“Pada akhirnya produk-produk itu sudah laku di beberapa coffee shop diluar Tulungagung. Kita juga sudah mulai kolaborasi dan konsinyasi bersama beberapa coffe shop,” paparnya.

Disisi lainnya, Dhita ingin memperkenalkan bahwa Marmer asal Tulungagung ini merupakan sebuah potensi yang luar biasa kepada masyarakat luar Tulungagung.

Dimulai dari kampus tempatnya menimba ilmu di salah satu kampus ternama di Surabaya.

“Jadi saya itu juga mau menunjukan kalau limbah marmer saja bisa menjadi produk yang bagus, apalagi produksi marmernya itu sendiri,” akuinya.

Kedepan, dia ingin juga memberdayakan masyarakat dengan mempekerjakan banyak orang untuk membuat produk-produk dari limbah marmer.

“Nama brandnya Marmorstuff. Marmor itu bahasa dansk (Denmark, Red) yang artinya marmer, terus stuff itu kan benda atau barang,"

"Jadi memang kita basicnya dari material limbah marmer (terazo) yg bisa dijadikan barang berbagai macam mulai dari home decor dan furniture,” tutupnya. (nul/tra)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Marmer #tulungagung #kreatif #salsabila dhita nurani