Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno menjelaskan, tanaman hias daun ataupun bonsai memiliki penggemar tersendiri yang cukup militan. Tugas pemerintah adalah untuk memfasilitasi dan menggairahkan ekonomi yang berjalan pada sektor tersebut agar lebih bisa memberikan manfaat. “Tujuan yang paling penting dari kegiatan ini adalah menggairahkan para penghobi, pembudi daya, maupun pencinta bonsai dan tanaman hias daun di Tulungagung,” ungkapnya.
Heru ingin agar tanaman bonsai tetap ada di hati penggemarnya. Harus ada sebuah wadah untuk mempromosikan karya mereka setiap tahun. Pameran Tanaman Hias (Bonsai dan Tanaman Hias Daun) Dinas Pertanian Tulungagung tahun 2023 merupakan apresiasi kepada seluruh penggemar jenis tanaman tersebut. “Kalau memang acara ini memberikan keuntungan bagi para pelakunya, monggo untuk dilanjutkan dan diperbesar lagi. Tapi kalau memang tidak bisa memberi manfaat, ya diganti formatnya, tapi tetap melibatkan penghobi bonsai dan tanaman hias,” bebernya.
Setelah acara berakhir pada 8 Desember nanti, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Jawa Timur itu ingin melihat seperti apa transaksi yang terjadi pada pameran tersebut. “Nanti kita lihat, apakah transaksinya menguntungkan atau tidak. Tapi kalau saya melihat dari indikator kepesertaan, saya pikir itu pasti akan memberikan keuntungan tersendiri bagi mereka,” tutupnya.
Selain pameran, pada acara yang berlangsung selama 7 hari itu juga dilaksanakan kontes bonsai yang diikuti total 463 peserta dari Tulungagung dan sekitarnya. Suyanto merinci, peserta kategori prospek ada 278 peserta, kategori setengah jadi 147 peserta, dan kategori jadi 38 peserta. “Selain itu juga ada stan tanaman hias berjumlah 15 peserta pelaku usaha tanaman hias di Tulungagung,” tutupnya.
Di sisi lain, Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PBBI) Cabang Tulungagung, Suyoto menyebut, jumlah pembudi daya bonsai dan tanaman hias di Kota Marmer saat ini cukup banyak. Itu semua tersebar di seluruh wilayah kecamatan yang ada dan setiap pembudi daya memiliki karakteristik masing-masing.
Melihat potensinya, Suyoto menyebut bonsai yang dihasilkan pembudi daya Tulungagung memiliki kualitas yang tidak kalah dengan daerah lainnya. Mulai dari harga rendah sampai yang tergolong sangat tinggi, bisa dicari dari para pembudi daya bonsai dan tanaman hias Kota Marmer. “Bahkan, bonsai dari Tulungagung ini ada yang harganya mencapai Rp 1 miliar,” katanya. (nul/c1/rka)
Editor : M. Choirurrozaq