TULUNGAGUNG - Event sepeda Hell2man seri 2 yang dilaksanakan Sabtu (9/12/2023) kemarin menyuguhkan tantangan yang lebih bervariasi bagi 150 pesertanya.
Mulai dari tanjakan, turunan, berbagai tikungan, hingga angin yang cukup kencang di jalur lintas selatan (JLS) Tulungagung menjadi obstacle yang harus dilalui oleh para cyclist peserta.
Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Tulungagung, Galih Nusantoro menjelaskan ada yang berbeda pada gelaran Hell2man seri pertama dan seri kedua.
Pada seri pertama yang dihelat tahun 2021 lalu, lebih mengarah ke perlombaan king of mountain (KOM), dengan rute dominan tanjakan pegunungan.
Sementara Hell2man seri kedua ini, rute yang dipilih lebih bervariasi dengan adanya tanjakan, turunan, jalur landai melewati area perkotaan Tulungagung, jalan tanjakan di Kecamatan Pagerwojo dan berakhir di JLS Tulungagung.
Dia menyebut jarak tempuh pada Hell2man seri 2 ini mencapai 80,3 kilometer (km).
“Seri dua ini tidak lurus atau nanjak terus, ada naik turunnya, banyak tikungannya. Angin juga menjadi obstakel yang harus diperhatikan para peserta,” ungkap Galih.
Hell2man menjadi event sepeda disiplin road bike rutin yang akan diselenggarakan di Tulungagung.
Event seri kedua yang diinisiasi oleh ISSI Tulungagung, Pemkab Tulungagung, serta Kantor Bea Cukai Blitar itu menjadi evaluasi dari pembalap sepeda dari seluruh Indonesia setelah melalui race sepanjang tahun 2023 ini.
Galih menyebut dari sekitar 150 peserta itu, terdiri dari cyclist yang berasal dalam dan luar Jawa Timur.
“Ada yang dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan. Bahkan ada salah satu klub sepea road bike dari Thailand yang mengirimkan satu pembalapnya,” ungkap Galih.
“Hell2man ini juga untuk mengenalkan potensi wisata Tulungagung,” tutupnya.
Sementara Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno menambahkan Hell2man menjadi bagian dari peringatan hari jadi Kabupaten Tulungagung ke-818.
Event itu memiliki satu tujuan penting untuk mengenalkan potensi wisata yang ada di Tulungagung.
“Sekarang ini kalau kita bicara olahraga, trend-nya kan olahraga yang ada unsur wisatanya. Karena pemerintah setempat musti ada kepentingan mengenalkan berbagai potensi wisata di wilayah masing-masing,” jelas Heru sesaat sebelum memberangkatkan ratusan cyclist peserta Hell2man.
Disamping itu, pria tersebut juga mengapresiasi seluruh panitia yang telah menyelenggarakan event tersebut.
Dia berharap ditahun yang akan datang, skala dari Hell2 bisa lebih ditingkatkan lagi dan mampu memberi manfaat untuk Kabupaten Tulungagung.
“Ini peserta bukan hanya dari Kabupaten Tulungagung saja, tapi dari berbagai daerah di Jawa Timur (Jatim),” tutupnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra