TULUNGAGUNG – Kecolongan pemain dengan identitas palsu, Perseta Tulungagung diberi sanksi oleh Komite Disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Timur.
Dengan sanksi tersebut, kesebelasan laskar badai selatan ini harus rela berada di dasar klasemen sementara pada putaran liga 3.
Manager Klub Perseta Tulungagung, Anas Sulaiman mengatakan, pihaknya mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI Jatim usai kecolongan memainkan pemain yang bermain di klub lain pada pertandingan kontra Pesikoba Kota Batu l, Jumat (8/12/2023).
Diketahui pemain tersebut menggunakan identitas palsu agar dapat bermain di klub dengan julukan Laskar Badai Selatan.
Berdasarkan surat putusan dengan nomor 006/KOMDIS/PSSI-JATIM/XII/2023, Perseta Tulungagung diberi sanksi berupa pengurangan 3 poin dan denda sebesar Rp90 juta.
Pada surat tersebut, pokok perkaranya yakni penggunaan identitas palsu dengan nomor punggung 3 atasnama AM merupakan pemain tidak sah oleh klub Perseta Tulungagung.
“Sanksi ini merupakan adanya kenakalan dari pemain sehingga membuat klub sebagai korban,” jelasnya Rabu (13/12/2023).
Tentu keputusan tersebut dirasa merugikan klub lantaran harus rela berada di dasar klasemen sementara putaran liga 3.
Tak hanya itu, klub pun terpaksa membayar sanksi denda sebesar Rp90 juta. Mendapati hal tersebut, pihaknya berupaya melakukan banding agar sanksi denda dapat berkurang.
“Dikuranginya 3 poin itu saja sudah menjadi pukulan bagi kita. Belum lagi denda sekian banyak itu, yang mungkin kita lakukan bandingnya di situ,” ucapnya.
Dengan munculnya permasalahan ini juga berdampak pada mental tim. Yang mana permasalahan ini muncul dari lingkup pemain sehingga berdampak besar bagi keseluruhan tim.
Pihaknya pun tidak dapat menjanjikan dapat bermain secara maksimal pada pertandingan berikutnya.
“Fokusnya untuk memulihkan mental pemain dulu. Ya karena masalahnya terjadi di lingkup pemain sehingga berdampak pada mental pemain jadi rusak,” paparnya.
Disinggung ihwal indikasi kecolongan pemain dengan identitas palsu, dia mengaku, kurangnya persiapan yang matang pada putaran liga 3 disinyalir menjadi penyebab kecolongannya klub dengan pemain yang menggunakan identitas palsu.
Pasalnya jadwal latihannya saja hanya berlangsung pada Selasa, Rabu, Kamis dan langsung menjalani uji coba. Diketahui pelatih mendapatkan rekomendasi dari rekannya apabila pemain ini merupakan pemain bagus dan belum dikontrak klub.
“Dalam menyeleksi pemain itu bisa dikatakan pemain sudah layak dan siap langsung masuk ke squad tim. Ternyata, pemain yang disodorkan dengan data dirinya tidak sama,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra