TULUNGAGUNG – Pembangunan jalur lintas Selatan lot 6A – 6B yang menghubungkan Kecamatan Kalidawir dan Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung, mamasuki tahap finishing.
Meski begitu, masyarakat tetap dilarang untuk memasuki kawasan tersebut karena pekerjaan konstruksi akan masih berlangsung sampai 31 Desember mendatang.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pansela Provinsi Jawa Timur Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jatim – Bali, I Made Budiana membeberkan sampai Kamis (14/12/2023), progres pekerjaan di JLS lot 6A sudah mencapai 99,01 persen.
Pekerjaan fisik pada paket kegiatan itu sudah rampung, dan hanya menyisakan pekerjaan administarasi saja.
Sementara pada lot 6B, progresnya sudah berada diangka 96,27 persen. Pekerjaan di lot 6B sedikit lambat dibandingkan pekerjaan di lot 6A. Hal itu disebabkan beberapa faktor,
Diantaranya adalah jarak jalan yang dibangun lebih panjang, medan menuju ke lokasi tersebut juga lebih terjal dan lebih berat.
Akses daya angkut material yang masuk juga terbatas. Jika sesuai kontrak, pekerjaan JLS lot 6A-6B harus rampung pada 31 Desember mendatang.
“Kegiatan yang masih dilakukan di 6b ada kegiatan pengaspalan, pembangunan marka jalan sama perbaikan perbaikan yang diperlukan. Intinya saat ini adalah sentuhan persiapan finisihing,” ungkapnya.
“Kami memiliki keyakinan yang penuh bahwa pekerjaan ini akan selesai tepat waktu,” sambung Budiana.
Dia melanjutkan pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU) disepanjang JLS lot 6A-6A sudah menjadi satu dengan pekerjaan kontruksi yang dilakukan.
Sepanjang lot 6A, LPJU sudah terpasang. Hanya saja untuk LPJU disepanjang lot 6B saat ini masih berproses untuk pemasangannya.
“Nah yang lampu untuk 6B ini kita sedang berproses. Baru pasang pondasinya saja, kemudian akan dipasang tiangnya,"
"Kurang lebih kita mulai pasang (LPJU) nya pada tanggal 20 Desember mendatang. Sekarang lampunya sudah ada, cuma tiangnya saja yang belum ada,” paparnya.
Meski belum sepenuhnya rampung, Budiana mengungkapkan banyak masyarakat Tulungagung dan sekitarnya yang kepo dengan jalan tersebut.
Walaupun sudah dipasang portal pelarangan masuk untuk selain pekerja proyek, faktanya banyak masyarakat yang ngeyel masuk ke JLS lot 6A-6B dengan mengangkat sepeda motornya atau dengan cara-cara nyleneh lain.
“Sebenarnya sebelum diserahkan, jalan itu juga menjadi permasalahan tersendiri jika ada warga yang masuk ke lokasi yang kami bangun itu,"
"Apalagi jika terjadi kecelakaan, seolah-olah itu menjadi kesalahan dari pelaksana Pembangunan. Padahal portal pelarangan masuk sudah dipasang,” bebernya.
Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Tulungagung dan sekitarnya, untuk tetap berhati-hati dan membatasi diri untuk berkunjung ke JLS lot 6A-6B. Karena pekerjaan kontruksi juga masih dilakukan sampai akhir tahun ini.
“Toh juga lambat laun akan segera kami tuntaskan. Untuk menjaga keamanan bersama, masyarakat harus lebih berhati-hati jika berkendara di JLS,” tutup Budiana.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra