Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis Naik pada 2023, Ketua AJI Kediri: Pola Baru Serangan Digital

Matlaul Ngainul Aziz • Senin, 18 Desember 2023 | 14:45 WIB
ANTUSIAS: Para peserta menyimak salah satu pemateri Kemanan Digital dari AJI Kediri, Minggu (17/12/2023).
ANTUSIAS: Para peserta menyimak salah satu pemateri Kemanan Digital dari AJI Kediri, Minggu (17/12/2023).

TULUNGAGUNG - Serangan siber terhadap insan pers meningkat signifikan hanya dalam kurun waktu 2 tahun.

Diketahui pada 2021, sebanyak 41 kasus kekerasan, kemudian meningkat sebanyak 79 kasus kekerasan ditahun 2023.

Mendapati hal tersebut Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri gelar pelatihan keamanan digital bagi insan pers untuk mitigasi dini masifnya serangan kekerasan berbasis digital.

Pelatihan kemanan digital yang diselenggaran pada Minggu (17/12/2023), diikuti oleh 20 insan pers yang berasal dari jurnalis media mainstrem dan lembaga pers mahasiswa.

Adapun puluhan insan pers tersebut berasal dari Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung dan Blitar.

Pelatihan keamanan digital bagi jurnalis ini bertujuan sebagai upaya preventif untuk membentengi jurnalis dari kekerasan digital.

Yang mana tingkat potensi kekerasan digital terhadap jurnalis memiliki potensi yang cukup riskan.

Trainer dari pelatihan tersebut yakni Ubaidhillah dan didampingi oleh Pengurus AJI Kediri, Kholisul Fatikin.

Ketua AJI Kediri, Danu Sukendro mengatakan, berdasarkan data, dalam dua tahun terakhir kasus kekerasan terhadap jurnalis meningkat signifikan.

Diketahui ada 41 kasus kekerasan menyasar pada jurnalis ditahun 2021. Kemudian meningkat menjadi 61 kasus kekekerasan terhadap jurnalis ditahun 2022.

"Sejak 2023 hingga menjelang akhir tahun, AJI Indonesia telah mencatat ada 79 kasus kekerasan yang dialami oleh jurnalis," jelasnya Minggu (17/12/2023).

Pada puluhan kasus kekerasan tersebut, diketahui pola kekerasan terhadap jurnalis semakin variatif.

Dalam artian kasus kekerasan tidak hanya berupa fisik maupun verbal. Melainkan bertransformasi dalam serangan digital.

Yang mana ditahun 2021 setidaknya ada 5 kasus serangan digital terhadap jurnalis dan meningkat menjadi 15 kasus ditahun setelahnya.

"Mulai 2021 ada pola baru, berupa serangan digital terhadap jurnalis. AJI Indonesia mencatat, bahwa pada 2021 terdapat lima kasus serangan digital dan bertambah menjadi 15 kasus pada 2022," ucapnya.

Kasus-kasus serangan digital ini tidak melulu menyasar website. Tetapi juga menyasar ke akun-akun media sosial pribadi.

Bahkan pada 2022 lalu, ada 37 jurnalis mengalami kasus serangan digital di media sosial mereka.

"Apalagi serangan digital juga pernah dialami oleh Ketua AJI Indonesia, maka dari itu kami melakukan berbagai upaya preventif terhadap maraknya kasus serangan digital," paparnya.

Ditambah kini tahunnya pesta demokrasi. Ketika upaya membuka fakta justru dianggap menjadi sesuatu hal yang mengancam sehingga munculah upaya pembungkaman terhadap jurnalis.

"Peran jurnalis itu sangat vital ketika Pemilu, karena memiliki peran dalam memenuhi hak masyarakat dalam keterbaruan informasi,"

"Dengan adanya pelatihan ini, jurnalis diharapkan mampu memahami pola dan membentengi diri dari serangan digital," tutupnya.

Sementara itu, Trainer Digital Security, Ubaidhillah menegaskan, materi-materi yang di munculkan ialah soal laporan situasi keamanan digital, perangkat dan komunikasi.

Tak hanya itu, insan pers juga diberikan pelatihan untuk memahami cara persandian, sampai dengan cara mengelola indentitas sebaik mungkin.

“Peserta diberikan materi yang berkaitan dengan pengelolaan dan mitigasi keamanan digital, khusu ya pada akun dan perangkat pribadi," ungkapnya.

"Tujuannya ya agar kasus-kasus serangan peretasan di luar sana tidak terulang kembali pada teman-teman jurnalis di sini,” tutupnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#siber #tulungagung #aji kediri #aliansi jurnalis independen