Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Semua Akses Wisata di Sepanjang JLS Tulungagung akan Ditutup jika Terindikasi Begini saat Libur Nataru

Matlaul Ngainul Aziz • Jumat, 22 Desember 2023 | 23:15 WIB
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Jodi Indrawan.
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Jodi Indrawan.

TULUNGAGUNG - Jumlah wisatawan yang akan berkunjung ke wisata pantai di sepanjang jalur lintas selatan (JLS) Tulungagung diprediksi meningkat hingga 150 persen saat hari libur Natal dan tahun baru 2024 (Nataru).

Maka dari itu, beragam siasat penerapan rekayasa lalu lintas (lalin) perlu diberlakukan, semata-mata untuk menjamin keamanan, keselamatan wisatawan, dan pengguna jalan di sepanjang JLS Tulungagung.

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Jodi Indrawan membenarkan bahwa akan menerapkan rekayasa lalin di kawasan wisata bahari di sepanjang JLS Tulungagung.

Penerapan rekayasa lalin ini dengan cara menutup akses jika kondisi area parkir di salah satu objek wisata penuh.

“Mulai dari pantai Midodaren, Gemah, Klatak hingga perbatasan Kabupaten Trenggalek akan kita adakan rekayasa lalin dengan menutup tujuan wisata ketika kantung parkir penuh,” jelasnya Jumat (22/12/2023).

Diketahui apabila seluruh tempat wisata pantai di sepanjang JLS di Tulungagung penuh, pihaknya akan menutup jalur beton tersebut.

Tentunya hal ini untuk antisipasi lonjakan wisatawan saat haru libur Nataru.

“Apabila kantong parkir sudah penuh, kami akan tutup JLS. Jadi kita utamakan keselamatan dan keamanan, dari pada kita paksakan masuk nantinya kesulitan untuk keluar,” ucapnya.

Jumlah kuota parkir di setiap destinasi wisata pantai di JLS telah ditentukan. Yang mana ketika salah satu kantung parkir penuh, wisatawan akan diarahkan ke destinasi wisata pantai berikutnya.

Diketahui kantung parkir pantai terbanyak yakni di pantai Midodaren dengan 400 kuota parkir mobil, sedangkan kuota terkecil ada di pantai Klatak.

“Karena medan jalan di JLS itu tanjakan dan turunan. Jadi sangat berbahaya kalau terjadi antrian di medan-medan itu, kampas rem maupun kopling bisa gosong,” paparnya.

Berdasarkan pantauannya, setidaknya akan ada lonjakan wisatawan diprediksi sebesar 150 persen pada hari libur nataru.

Adanya pengaruh dari media sosial dan dibukanya pantai-pantai baru semakin menguatkan prediksi peningkatan jumlah wisatawan.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan menertibkan pengguna jalan di JLS yang parkir di badan jalan.

Menurutnya ketika ada pengguna jalan yang berhenti di badan jalan akan diperingatkan untuk segera melanjutkan perjalanannya.

Tentunya hal ini dapat membahayakan pengguna jalan lain yang akan melintas.

“Tapi selagi parkir di badan jalan akan kita usir. Kita tegas, nantinya akan ada 4 mobil yang akan terus memantau sepanjang JLS,” pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Jodi Indrawan #jls tulungagung #wisata #nataru