TULUNGAGUNG - Badan urusan logistik (Bulog) Tulungagung masih menyimpan sekitar 2000 ton cadangan beras.
Menurut perhitungan, angka itu sangat cukup untuk mengover kebutuhan masyarakat saat natal dan tahun baru (Nataru) di tiga kabupaten satu kota.
Wakil Pimpinan Cabang Bulog Tulungagung, Dwi Cahyo menjelaskan, cadangan yang dimiliki itu secara itung-itungan seharusnya bisa bertahan sampai bulan Januari tahun 2024.
Utamanya untuk kebutuhan beras di Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten/Kota Blitar.
“Yang ada di gudang Tulungagung kurang lebih sekitar 1000 ton. Tapi yang dikuasai cabang Tulungagung secara umum sekarang ini ada 2000 ton. Itu nanti untuk kebutuhan di tiga wilayah kabupaten dan satu kota,” papar Dwi.
Lalu pada Januari 2024 mendatang, Bulog Tulungagung dijadwalkan akan mendapatkan pasokan beras impor dari Vietnam sebesar 2000 ton lagi.
Ribuan ton itu merupakan permintaan dari Bulog Tulungagung untuk mencover kebutuhan masyarakat antara bulan Januari sampai Maret 2024.
“Kita memang meminta itu, karena untuk persediaan kebutuhan Januari sampai Maret,” paparnya.
Beras impor dipilih karena memiliki harga lebih murah dibandingkan harga beras dari petani Jawa Timur.
Dwi menyebut harga beras dari petani Tulungagung sudah sangat tinggi sehingga Bulog sendiri sudah tidak ada peluang untuk mendapat keuntungan jika menyerap beras lokal.
Bahkan pada semester kedua tahun ini, Bulog Tulungagung sudah tidak lagi menyerap beras dari petani Jawa Timur.
Alasan utamanya adalah harga yang terlalu tinggi, mengingat lepas periode semester pertama tahun 2023 mulai bamyak petani pada yang gagal panen karena cuaca yang tidak menentu.
“Kalau serapan tahun ini kita berkisar pada 1000 ton lebih sedikit. Itupun kebanyakan dari petani diluar Tulungagun,” katanya.
Selain serapan dari masyarakat, sumber beras Bulog Tulungagung sendiri merupakan pasokan dari pemerintah pusat.
Dwi menyebut selama tahun 2023 berjalan sudah ada pasokan sekitar 7000 ton beras untuk wilayah Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek serta Kabupaten/Kota Blitar.
Ribuan ton beras itu dikhususkan untuk disalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah dengan harga yang relatif lebih rendah dibanding jenis beras lainnya
“Selain itu juga kita distribusikan saat operasi pasar yang kita laksanakan bersama dengan Pemkab setempat,” tutupnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra