TULUNGAGUNG – Kondisi perekonomian di Tulungagung diprediksi makin intens pada 2024.
Prediksi itu diperkuat dengan adanya pembangunan proyek-proyek Nasional hingga kedatangan para investor.
Belum lagi, jumlah pekerja migran Indonesia tergolong banyak, sehingga perputaran uang di Kota Marmer semakin cepat.
Pengamat Ekonomi Deny Yudiantoro mengatakan, perekonomian di Tulungagung diprediksi akan dibenuhi dengan hembusan angin segar ditahun 2024 mendatang.
Setelah usainya musim pagebluk 2 tahun lalu, sektor perekonomian di Tulungagung berjalan begitu cepat.
Tentunya hal ini ditandai dengan melesatnya perekonomian dalam segala sektor, seperti pertanian, peternakan, perniagaan, UMKM, pertambangan, perkantoran dan pembangunan.
“Dengan kondisi ekonomi yang sudah bagus setelah berakhirnya pandemi, pastinya perekonomian di Tulungagung juga akan meningkat,” jelasnya, Selasa (26/12/2023).
Namun di tengah pesatnya perkembangan perekonomian ini, tidak sedikit pengusaha yang wait and see untuk melakukan ekspansi bisnisnya di tahun politik mendatang.
Menurutnya para pengusaha banyak yang memilih untuk menunggu selesainya gejolak perpolitikan.
Kendati demikian, kondisi perekonomian di Tulungagung tergolong cukup bagus. Yang mana para pelaku usaha dapat terdorong dengan adanya proyek-proyek Nasional di Tulungagung.
“Icraf dan UMKM akan terdorong dengan adanya proyek-proyek nasional. Ya seperti pembangunan JLS, bandara di Kediri dan proyek selingkar wilis, pasti memberikan daya ungkit yang luar biasa,” ucapnya
Tentu saja selain proyek nasional yang dikembangkan ini, juga terdapat investor yang mulai tertarik untuk menanamkan modal usaha di Kabupaten Tulungagung.
Menurutnya sebelum masuknya proyek nasional, pergerakan perekonomian di Tulungagung sudah memuaskan.
Belum lagi ditambah proyek nasional dan invenstor.
“Kita bicara budidaya ikan hias, kita termasuk pemasok. Telur, kita juga termasuk pemasok. Belum lagi batu alam marmer, yang produknya tembus pasar ekspor,” paparnya.
Beberapa hal tersebutlah yang membuat perputaran ekonomi di Tulungagung berkembang sedemikian cepat.
Tak hanya itu, nilai cash flow atau laporan arus kas di Tulungagung terbilang tinggi. Indikatornya yakni banyaknya pekerja migran yang berasal dari Kota Marmer ini.
“Datanya Tulungagung menjadi daerah dengan remiten tertinggi di Indonesia dan itu hal yang menunjukkan perputaran uang di Tulungagung akan luar biasa,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra