TULUNGAGUNG - Potensi kawasan Sine Dlodo Rejosari (Sidorejo) Indah, tengah menjadi perhatian Pemerintah Desa (Pemdes) Rejosari, Kecamatan Kalidawir. Hal itu, menyusul pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang membuka kawasan pesisir Tulungagung.
Harapannya, banyak wisatawan lokal maupun nasional yang menikmati keindahan kawasan Sidorejo Indah. Potensi itu salah satunya direspon dengan rapat percepatan pengembangan wisata di Pantai Dlodo Indah, pada Minggu (24/12).
Pemdes Rejosari beserta seluruh anggota BPD, kelompok sadar wisata (pokdarwis), BUMDesa Citra Gumilang, dan tokoh masyarakat, menggelar rapat di punden pinggir Pantai Dlodo.
Prioritas pemdes saat ini membuat perdes bersama BPD (Badan permusyawaratan Desa), terkait bagaimana tempat wisata yang dimiliki Desa Rejosari bisa indah untuk dinikmati para pengunjung dan dapat menambah pendapatan asli desa (PADesa). "Sehingga masyarakat bisa sejahtera dengan adanya kawasan Sidorejo Indah," jelas Kades Rejosari, Sudikan SH.
Dengan dibukanya JLS kawasan Sidorejo Indah, maka banyak sekali, bahkan ribuan pengunjung datang ke kawasan wisata wilayah Desa Rejosari, untuk menikmati keindahan alam. Melihat potensi wisata itu, banyak masyarakat ingin berjualan. Produk UMKM yang menonjol saat ini adalah makanan ringan dari jagung, ketela, dan juga kopi-kopi lokal.
Maka dari itu, saat ini tengah dirintis paguyuban UMKM. "Respon dari paguyuban UMKM terhadap adanya JLS sebagai akses utama menuju pariwisata di wilayah Desa Rejosari sangat antusias sekali. Mereka ingin mengembangkan produk-produk unggulan desa agar bisa tampil di kawasan JLS Sidorejo Indah," jelas Kades Rejosari 2 periode ini.
Terkait fasilitas pendukung pariwisata yang ada di kawasan JLS Sidorejo Indah, masih sangat kurang. Responnya, selain rapat percepatan pengembangan wisata, juga tengah diproses perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemdes Rejosari dengan Perhutani. "Intinya bagaimana secepatnya UMKM di Desa Rejosari bisa berkembang dan para pengunjung bisa menikmati hasil-hasil produk unggulan desa ini," jelas pria 48 tahun ini.
Melalui rapat percepatan pengembangan wisata di Siloiyan (punden) Pantai Dlodo Indah, pihaknya bisa melihat langsung di lokasi, apa yang direncanakan dan mau dilaksanakan. Selain itu, sebentar lagi juga ada Musrenbangdes Rejosari.
Dana awal yang dibutuhkan untuk pengembangan dan perbaikan sekitar Rp 200 juta. Misalnya, untuk perataan pasir yang menggunung, pengadaan toilet, mushola, kursi, dan fasilitas lainnya. Selain itu, juga dibutuhkan kesepakatan dan tekad bersama, demi terwujudnya keberhasilan menjadi Desa Mandiri
Target Pemdes Rejosari, satu tahun pertama untuk Pantai Dlodo Indah, yaitu perbaikan lokasi, penataan UMKM, juga penataan fasilitas, seperti mushola, toilet, dan fasilitas pendukung lainnya.
Harapannya, Pemdes Rejosari bersama masyarakat, bisa mewujudkan, 'Rejosari yang Maju, Rejosari yang Mandiri', sehingga hadirnya JLS dan adanya wisata Pantai Dlodo Indah, nantinya menjadi ikon Desa Rejosari. Semoga kesejahteraan masyarakat, khususnya Desa Rejosari bisa terangkat jauh lebih makmur dan sejahtera. (rin/ynu)
Editor : Intan Puspitasari