Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Marak Bata Hebel, Perajin Bata Merah Tiudan Tulungagung Kelimpungan Bertarung Harga

Diana Alvinda Yanti • Sabtu, 30 Desember 2023 | 20:53 WIB
Bata hebel atau bata ringan kini mulai dilirik sebagai bahan pekerjaan fisik bangunan.
Bata hebel atau bata ringan kini mulai dilirik sebagai bahan pekerjaan fisik bangunan.

TULUNGAGUNG - Penduduk di Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, mayoritas memiliki usaha sebagai pengrajin bata merah.

Namun, beberapa tahun terakhir, peminat bata merah menurun usai kemunculan bata putih atau hebel dipasaran yang cenderung ringan dan berdaya tahan kuat.

Hal itu mengakibatkan persaingan sengit antara kedua bahan bangunan tersebut. Tak ayal, kondisi ini lantas menjadi pemicu turunnya minat konsumen bata merah.

Menurut Miswan Hari yang merupakan salah satu penduduk pemilik usaha pembuatan bata merah di Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung.

"Persaingannya sangat menurun, persaingannya dengan itu lo batu ringan atau batu kapur yang putih-putih itu," ungkapnya saat ditemui di lokasi pembuatan bata merah, di Desa Tiudan, Minggu (24/12/23).

Banyaknya konsumen yang lebih berminat pada hebel atau bata putih mengakibatkan turunnya omset yang didapat.

"Kalau perbulan mungkin di saya sekarang itu ga rame seperti itu ya, kalau dulu bisa 100.000, sekarang ya 30.000-an, perhari 1000-an, " kata Miswan Hari.

Walau begitu, dia tetap melanjutkan usaha yang sudah ditekuni sejak masih bujang sekitar tahun 1972 yang merupakan warisan turun-temurun dari Alm. Ayahnya hingga saat ini, meski tidak banyak pesanan seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Kebanyakkan yang memesan dari makelar, toko bangunan juga ngambil, terus nanti CV-CV itu juga ngambil. Cuma pasarnya sekarang jelek, " ungkap Miswan Hari.

Pembuatan batu bata sendiri memerlukan beberapa proses yang cukup panjang. Tanah yang diambil dari gunung atau dataran tinggi yang nantinya akan dicampur dengan air lalu digiling menggunakan mesin, kemudian dicetak secara manual.

"Ya tanahnya itu dimasukkan ke mesin sama air, terus nanti nyetaknya secara manual, lalu dijemur sampai kering kalau sudah kering nanti dibawa ke pembakaran," terang Miswan Hari.

"Satu hari satu malam sudah dibakar pakai kayu belum berani bongkar sudah tiga hari baru boleh dibongkar, masih panas kalau satu hari, minimal dua sampai tiga hari," tambahnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#batu bata #bata merah #hebel