Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kasus Bunuh Diri di Tulungagung Makin Memprihatinkan, Iptu Mujiatno: Kasus Terbilang Meningkat...

Matlaul Ngainul Aziz • Selasa, 2 Januari 2024 | 23:40 WIB
Ilustrasi mayat
Ilustrasi mayat

TULUNGAGUNG - Kasus bunuh diri di Tulungagung meningkat sepanjang tahun 2023.

Setidaknya ada puluhan kasus bunuh diri maupun percobaan bunuh diri yang terjadi. Sedangkan mayoritas pemicunya tak lain akibat depresi atau mengidap penyakit yang tak kunjung sembuh.

Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Mujiatno mengatakan, sebanyak 23 kasus bunuh diri terjadi di tahun 2023.

Yang mana dari total kasus tersebut, 21 kasus diantaranya merupakan kasus bunuh diri dengan korban dinyatakan meninggal dunia.

Lalu 2 kasus sisanya merupakan kasus percobaan bunuh diri dengan korban yang masih selamat.

Apabila dibandingkan tahun 2022, kasus bunuh diri didapati mengalami peningkatan. Diketahui ada 22 kasus bunuh diri di tahun 2022.

Namun, jumlah korban di tahun 2022 cukup banyak sekitar 24 korban. Sebab, kasus bunuh diri di tahun tersebut ada yang melibatkan lebih dari dua orang.

"Tahun 2023, satu kasus bunuh diri korbannya hanya satu. Kalau tahun 2022, satu kasus ada yang korbannya lebih dari dua orang,"

"Kasus bunuh diri terbilang meningkat, karena meskipun itu percobaan dan korbannya selamat, masih terhitung kasus bunuh diri," jelasnya Selasa (2/1/2023).

Berdasarkan data, pada tahun 2023 tempat kejadian perkara (TKP) dari kasus bunuh diri terjadi di 16 kecamatan.

Bebeda dengan tahun 2022, total TKP bunuh diri hanya berkisar 13 kecamatan saja. Diketahui di tahun 2023, TKP kasus bunuh diri terbanyak berlokasi di Kecamatan Sendang.

Yang mana 16 kecamatan tersebut terdiri dari 1 TKP di Rejotangan, 1 TKP di Gondang, 2 TKP di Ngantru, 1 TKP di Kalidawir, 2 TKP di Kedungwaru, 1 TKP di Sumbergempol, 3 TKP di Sendang, 2 TKP di Bandung, 1 TKP di Campurdarat, 1 TKP di Tulungagung Kota, 2 TKP di Boyolangu, 1 TKP di Kauman, 2 TKP di Pakel, 1 TKP di Pagerwojo, 1 TKP di Ngunut dan 1 TKP di Besuki.

"Untuk kasus percobaan bunuh diri itu ada di Kecamatan Rejotangan 1 TKP dan Kecamatan Boyolangu 1 TKP. Kedua korbannya berhasil diselamatkan sebelum sempat kehilangan nyawanya," paparnya.

Disinggung ihwal faktor penyebabnya terjadinya kasus bunuh diri, dia mengaku, mayoritas para korban yang nekat melakukan aksi bunuh diri akibat menderita penyakit menahun.

Akibat penyakit tak kunjung sembuh, mengakibatkan para korban merasa depresi hingga nekat melakukan aksi bunuh diri.

Selain itu, secara faktor usia, para korban yang melakukan aksi bunuh diri ini juga tergolong masih berusia produktif.

Adapun berusia mulai dari usia 15 tahun sampai dengan 65 tahun. Atas permasalahan ini, pihaknya menghimbau agar masyarakat memperhatikan anggota keluarganya agar tidak mengalami depresi.

"Para korban ini hanya butuh support dan diberi pengertian dari keluarganya agar mereka tidak merasa seolah sendirian,"

"Apabila kasus depresi sudah cukup parah, bisa dikonsultasikan dengan psikolog," pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Iptu Mujiatno #kasus bunuh diri #Kasi Humas Polres Tulungagung