TULUNGAGUNG - Lima kecamatan di Tulungagung terdampak akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Rabu (3/1). Akibatnya pohon serta atap rumah warga berterbangan.
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Robinson Parsaoran Nadeak mengatakan, seluruh wilayah di Tulungagung terdampak bencana hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Rabu (3/1) pukul 13.00 WIB.
Diketahui bencana hujan disertai angin kencang ini terjadi cukup lama sekitar satu jam dan melanda 19 kecamatan di Tulungagung. Akibatnya, lima wilayah mengalami dampak yang cukup parah. Meliputi pohon tumbang serta atap rumah warga berterbangan.
"Total ada sekitar lima kecamatan yakni Kedungwaru, Boyolangu, Kalidawir, Rejotangan, dan Kecamatan Pakel," jelasnya.
Baca Juga: Angin Puting Beliung Mengamuk di Tulungagung, Sementara Beberapa Wilayah Berikut yang Terdampak
Dari data yang dihimpun, penanganan pohon tumbang dilakukan di empat titik. Meliputi Desa Serut, Kecamatan Boyolangu; Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru; Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru; dan halaman kantor Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung.
Kemudian untuk penanganan rumah terdampak angin kencang ada enam titik. Meliputi Desa Salak Kembang, Kecamatan Kalidawir; Desa Karangsari, Kecamatan Rejotangan; Desa Pagersari, Kecamatan Kalidawir; Desa Tanjung, Kecamatan Kalidawir; Desa Sumberdadap, Kecamatan Pucanglaban, dan Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan.
Baca Juga: Asia Eropa Park di Tulungagung Dirusak Angin Puting Beliung, Kerugiannya di Luar Perkiraan
Tak hanya itu, hujan deras disertai angin kencang di Tulungagung ini juga menyebabkan genteng rumah warga melorot hingga berterbangan. Diketahui peristiwa ini terjadi di tiga titik yakni di Kecamatan Kalidawir, Rejotangan, dan Pakel. Berdasarkan pantauan, tingkat dampak ini tidak terlalu berdampak parah bagi rumah warga.
"Jadi ada dua peristiwa yakni pohon tumbang dan genteng melorot hingga beterbangan usai terjadinya hujan deras disertai angin kencang tadi siang," ungkapnya.
Disinggung soal penanganannya, dia menyebut, pihaknya telah berkoordinasi untuk melakukan pembersihan terhadap pohon tumbang dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Tulungagung. Lalu penanganan genteng melorot, pihaknya masih melakukan pendataan jumlah rumah terdampak. Setelah melakukan pendataan serta kerugian bagi warga terdampak, pihaknya akan memberikan bantuan meterial bagi warga terdampak bencana alam ini.
"Datanya masih bisa berubah sewaktu-waktu, karena bisa saja ada yang belum dilaporkan. Kami mengimbau agar masyarakat berhati-hati karena saat ini sudah masuk musim penghujan," pungkasnya.
(ziz/rka)
Editor : Dharaka R. Perdana