TULUNGAGUNG - Seluruh paket kegiatan yang dikeluarkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung selama 2023 dipastikan tuntas digarap. Apalagi, pembangunan insfratruktur yang dilakukan telah sampai ke daerah-daerah. Seperti pembangunan perkantoran eks Belga untuk empat OPD, pembangunan jembatan, dan pemeliharaan rekonstruksi jalan di beberapa titik wilayah Kota Marmer sudah selesai 100 persen.
Kepala Dinas PUPR Tulungagung Dwi Hari Subagyo menjelaskan, di antara perbaikan berbagai macam ruas jalan Tulungagung, termasuk ruas jalan yang menjadi sorotan masyarakat. Dengan contoh, kerusakan jalan di ruas jalan Desa Mulyosari-Gunung Tugel, Kecamatan Pagerwojo, dan yang lainnya. Terdapat juga pembangunan tembok penahan badan ruas Jalan Cuwiri, Kecamatan Kauman-Samar, Kecamatan Pagerwojo.
Di samping perbaikan ruas jalan, pada 2023 lalu ada rehabilitas gedung perkantoran Tulungagung eks Belga; rehabilitasi saluran pembuang Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat; rehabilitasi tanggul sungai Desa Sukowiyono, Kecamatan Karangrejo; dan rehab jalan Desa Banjarsari, Kecamatan Ngantru. "Semuanya, insya Allah sudah rampung," tegas Dwi Hari Subagyo.
Baca Juga: Dinas PUPR Tulungagung Beri Ancaman Sanksi Tak Main-Main Untuk Rekanan Renovasi Eks Pertokoan Belga
Untuk 2024, dinas PUPR mempunyai evaluasi yaitu segera melaksanakan kegiatan lelang atau kontrak kegiatan di triwulan pertama atau maksimal di triwulan kedua. Alasannya supaya pelaksanaan tidak molor sampai akhir tahun.
"Kita tidak tahu anomali cuaca di 2024 seperti apa. Berkaca pada 2023 lalu, cuaca sangat bagus untuk pembangunan insfratruktur. Berbeda dengan 2022 silam yang luar biasa curah hujannya. Alhasil mengganggu pekerjaan di November-Desember," tambahnya.
Dinas PUPR juga mengantisipasi pada 2024 bahwa pelaksanaan perencanaan barang dan jasa akan dimajukan. Dengan catatan, perubahan anggaran di PAK (perubahan anggaran keuangan) itu dinas PUPR sudah tidak menangani insfratruktur yang sifatnya konstruksi rumit seperti jembatan, bangunan gedung, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Lemot, Kontraktor Pembangunan Eks Belga Kena SP 3 dari Dinas PUPR Tulungagung.
Dinas PUPR Tulungagung pun terus memacu pembangunan insfratruktur dengan tidak hanya mengandalkan APBD. Tetapi juga dengan skema pembiayaan dari APBN melalui DAK (dana alokasi khusus), karena DAK itu terstruktur dan tematik. Contohnya, kawasan sentra pertanian pada 2024, dinas PUPR terus mendorong itu.
Selanjutnya berkaitan dengan APBN, ada Inpres Jalan Daerah Nomor 3 Tahun 2003 yaitu pembangunan koneksivitas jalan daerah. "Adanya pada 2023 dan 2024. Jadi, kita push itu agar pembangunan insfratruktur Tulungagung bisa maksimal.
Karena banyaknya tugas yang harus PUPR tangani, kalau hanya mengandalkan APBD tentu tidak bisa. Apalagi, pekerjaan pada tahun ini di luar ekspektasi kami karena berjalan dengan lancar hingga rampung. Bahkan tidak ada yang gagal dan putus kontrak. Jadi sangat istimewa," pungkas Hari, sapaan akrabnya. (yay/c1/rka)
Editor : Intan Puspitasari