TULUNGAGUNG - Sepanjang tahun 2023 kemarin, tercatat realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Tulungagung mencapai Rp636 miliar (M).
Dari seluruh instansi yang ada, badan layanan umum daerah (BLUD) RSUD dr Iskak Tulungagung menjadi penyumbang terbanyak PAD dengan setoran mencapai Rp397 M.
Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tulungagung, Agus Pamungkas membeberkan dalam hal PAD 2023, realisasi telah melebihi target yang ditentukan.
Karena dari target Rp580 M, sampai akhir tahun 2023 PAD berhasil terkumpul Rp636 M atau realisasi sebanyak 109,76 persen.
“Angka itu tentunya jauh melebihi realisasi PAD kita pada tahun 2022 kemarin. Karena kondisi (perekonomian Tulungagung) tahun 2023 lebih baik kalau dibandingkan tahun 2022,” jelas Agus.
Agus menyebut komponen penyumbang yang paling besar adalah komponen lain-lain PAD yang sah. Didalamnya terdapat beberapa instansi yang tercatat menyumbangkan PAD untuk daerah.
Sedangkan dari seluruh instansi itu, BLUD RSUD dr Iskak Tulungagung menjadi rajanya. Rumah sakit milik daerah itu menyumbang separo lebih PAD Tulungagung tahun 2023.
Tercatat setorannya mencapai Rp397 M dari target yang dibebankan Rp350 M.
“Penyumbang terbesar kalai institusi ya RSUD dr Iskak Tulungagung. Dia memang menjadi kekuatan fiskal terbesar di Tulungagung, baru disusul instansi lainnya,” katanya.
Agus melanjutkan PAD yang semakin banyak secara otomatis akan membantu pembangunan daerah pada tahun selanjutnya.
Dengan PAD yang tinggi, kondisi fiskal daerah semakin kuat, kemampuan pembangunan dan kreasi daerah semakin kuat pula.
“Intinya kalau PAD semakin terkumpul banyak, pembangunan yanh dilakukan di daerah akan semakin mudah,” tegasnya.
Disisi yang lain, Agus membeberkan seluruh instansi juga telah merealisasikan 100 persen PAD-nya. Meski tidak sebanyak setoran dari RSUD dr Iskak Tulungagung.
“Seperti sektor pariwisata, restoran atau hiburan itu juga sudah 100 persen realisasinya,” tutup Agus.
Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno menambahkan capaian PAD Tulungagung selama tahun 2023 cukup bisa dibanggakan. Mengingat capaiannnya telah melebihi dari target yang tentukan.
Lebih dari itu, dia beranggapan dengan penerimaan PAD yang tinggi melambangkan kuatnya kemampuan masyarakat untuk membayar pajak maupun retribusi terhadap daerah.
“Tentu capaian itu perlu dipertahankan atau bahkan ditingkatkan capaiannya pada tahun 2024 ini,” ujar Heru.
Dengan melihat realisasi PAD tahun 2023 itu, Heru memprediksi indeks pembangunan manusia (IPM) Tulungagung terjadi peningkatan. Yakni pada periode tahun 2022 ke tahun 2023.
“Kalau angka IPM tahun 2023 memang belum keluar dari Badan Pusat Statistik (BPS). Tapi saya yakin angkanya akan naik dibanding tahun 2022 yang berada diangka 74,” tutup pria tersebut.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra