Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Operasi Lilin Semeru 2023, Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas di Tulungagung Capai Segini

Matlaul Ngainul Aziz • Kamis, 18 Januari 2024 | 21:21 WIB
Pemkab mengusulkan anggaran untuk pembangunan jalan sirip JLS Tulungagung.
Pemkab mengusulkan anggaran untuk pembangunan jalan sirip JLS Tulungagung.

TULUNGAGUNG - Sebanyak 21 kejadian kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2023 lalu.

Operasi yang dilakukan selama libur natal dan tahun baru ini, diketahui kejadian lakan turun sebanyak 53,3 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Jodi Irawan mengatakan, selama operasi lilin semeru tahun 2023 lalu tercatat sebanyak 21 kejadian laka lantas di Kabupaten Tulungagung.

Diketahui angka tersebut menurun jika dibandingkan dengan tahun 2022 lalu.

Diketahui ada sebanyak 45 kejadian kecelakaan pada tahun 2022 silam. Artinya kejadian kecelakaan tahun 2023, turun sebanyak 24 kasus atau sekitar 53,3 persen dari kasus kecelakaan ditahun sebelumnya.

"Evaluasi operasi lilin semeru 2023, kasus laka lantas menurun sebanyak 24 kasus jika dibandingkan dengan tahun 2022," jelasnya kemarin (18/1/2024).

Tak hanya itu, jumlah korban selama operasi lilin di tahun 2023 ada 1 korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Berbeda dengan tahun 2022, jumlah korban ada sebanyak dua korban meninggal dunia.

Diketahui korban laka lantas yang meninggal dunia pada tahun 2023 dipastikan bukan wisatawan yang berkunjung ke Tulungagung untuk berwisata selama masa libur natal dan tahun baru.

Korban tersebut merupakan warga Kecamatan Pakel yang alami kecelakaan dengan pengemudi mini bus usai keluar dari gang.

"Satu korban jiwa itu merupakan pengendara sepeda motor, dimana saat keluar gang dihantam oleh pengemudi mobil minibus," ucapnya.

Kemudian untuk faktor menurunnya kasus laka lantas, pihaknya mengaku bahwasannya masyarakat mulai sadar dan waspada dalam berkendara dengan mengurangu kecepatan.

Pasalnya, tingkat kepadatan lalu lintas saat masa libur natal dan tahun baru tergolong padat.

Lalu adanya petugas yang bertugas di kawasan jalur lintas selatan (JLS) Tulungagung juga mempengaruhi penurunan kasus laka lantas.

Sebab, tidak ada kasus laka lantas pada kawasan wisata di Tulungagung. Utamanya pada kawasan JLS.

"Diyakini masyarakat sudah berhati-hati, karena lalu lintas padat, sehingga kecepatan juga dikurangi,"

"Penyiagaan petugas di JLS juga diyakini mempengaruhi penurunan kasus," paparnya.

Disinggung ihwal wilayah black spot selama operasi lilin semeru 2023, dia menegaskan, apabila ada dua titik black spot yang telah dipetakan.

Diketahui dua titik black spot ada di wilayah Kecamatan Ngantru dan di wilayah Kecamatan Boyolangu.

Kedua titik black spot ini masih didapati adanya kejadian laka lantas selama pelaksanaan operasi lilin semeru 2023. Kemudian untuk tingkat kepadatan lalu lintas saat itu hanya terjadi di wilayah JLS Tulungagung.

Tepatnya di dekat wilayah Pantai Gemah sedangkan pada wilayah perkotaan dinyatakan nihil.

"Di Gemah itu karena murni terjadi lonjakan pengunjung, sehingga lalu lintas disana sangat padat. Untuk di wilayah perkotaan sudah nihil kepadatan lalu lintas," pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#2023 #AKP Jodi Irawan #jls tulungagung #tulungagung #operasi lilin semeru