TULUNGAGUNG - Selain dikenal sebagai Kota Marmer karena menjadi produsen olahan batu marmer berskala besar.
Kabupaten Tulungagung ternyata menyimpan potensi yang tak kalah hebat, itu adalah buah pisang.
Beberapa tahun ini, buah pisang menjadi salah satu komoditas yang digandrungi petani-petani di Kabupaten Tulungagung.
Fakta itu terbukti dari jumlah produksi buah pisang peringkat pertama jika dibandingkan dengan produksi buah-buahan lainnya di Kabupaten Tulungagung.
Tercatat sejak 2020-2022, produksi buah pisang di Kabupaten Tulungagung naik drastis.
Yang mana pada 2020, produksi buah pisang di Tulungagung mencapai 145.948 ton per tahun. Padahal, di tahun ini pandemi Covid-19 sedang tinggi-tingginya.
Tak berhenti disitu, memasuki puncak 2021, produksi buah pisang di Kabupaten Tulungagung terus naik hingga menyentuh 230.171 ton per tahun.
Sampai dengan data pada 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi buah pisang di Kabupaten Tulungagung mencapai angka 549.797 ton per tahun.
Capaian jumlah produksi tersebut membuat pisang masuk daftar nomor satu komoditas buah yang paling diminati petani-petani di Tulungagung.
Baca Juga: Moment Spesial Makin Cetar Bersama Eka Salon Make Up, Campurdarat
Indikasinya pun ketika dibandingkan dengan data produksi belimbing. Buah ini masih memiliki produksi jauh di bawah buah pisang.
Dibuktikan dari data BPS pada 2020, produksi belimbing di Kabupaten Tulungagung kala itu sebatas 56.011 ton.
Pada 2021, produksi belimbing naik menjadi 103.994 ton. Sedangkan pada 2022, produksi belimbing masih naik tapi tak terlalu tinggi, menjadi 118.971 ton.
Dari data yang dirilis BPS itu dapat disimpulkan bahwa produksi buah pisang di Kabupaten Tulungagung lebih banyak dibandingkan belimbing.
Namun data terbaru produksi buah pisang dari BPS masih sebatas pada 2022, sedangkan data produksi pada 2023 belum dirilis.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra