TULUNGAGUNG - Sepanjang tahun 2023 terdapat ratusan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) diringkus oleh Satpol PP Tulungagung.
Diketahui PPKS tersebut mampu menghasilkan hingga Rp300 ribu setiap harinya.
Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kabupaten Tulungagung, Agung Setyo Widodo mengatakan, patroli pengamanan pelaku PPKE di Kabupaten Tulungagung dilakukan secara rutin sepanjang tahun 2023.
Yang mana patroli ini dilakukan karena adanya PPKS ini dianggap mengganggu ketertiban umum di Kabupaten Tulungagung.
Tak hanya itu, PPKS ini kerap membahayakan pengguna jalan lantaran kerap beraksi di jalanan di Kabupaten Tulungagung.
Pihaknya banyak menerima aduan masyarakat perihal keberadaan PPKS yang mengganggu pengguna jalan.
"Mereka inikan kebanyakan beraksi pada simpang empat, dimana terkadang saat lampu sudah hijau, mereka masih mondar-mandir, dan ini mengganggu," jelasnya Kamis (25/1/2024).
Setidaknya ada 197 pelaku PPKS yang terjaring patroli pengamanan oleh Satpol PP. Ratusan PPKS ini mayoritas berada di wilayah perkotaan dan sisanya berada di wilayah pinggiran.
Berdasarkan keterangan, ratusan PPKS ini mendapatkan uang yang cukup fantastis. Diketahui setidaknya satu PPKS mendapatkan hingga Rp300 ribu setiap harinya.
Dengan nominal tersebut, rata-rata dalam satu bulan PPKS ini mampu meraup hingga Rp9 juta selama menjalani aksinya.
"Mereka mayoritas dari luar kota tepatnya berasal dari Kabupaten/Kota tetangga seperti Blitar, Trenggalek, Kediri hingga Mojokerto," ucapnya.
Setelah mengamankan para PPKS ini, pihaknya melakukan pembunaan terhadap PPKS tersebut.
Bahkan ada beberapa PPKS yang telah ditertibkan sebanyak dua kali oleh petugas Satpol PP Tulungagung.
PPKS yang telah ditertibkan sebanyak dua kali ini, barang-barang milik PPKS disita. Yang mana barang-barang tersebut baru bisa diambil dengan membawa surat pernyataam dari desa tempat asalnya.
"Kalau tertangkap lebih dari dua kali, barang-barangnya kami sita dan tidak boleh diambil. Kebanyakan pelaku PPKS ini berupa manusia silver atau bahkan badut," paparnya.
Kemudian untuk kondisi fisik PPKS, dia mengaku, ratusan PPKS yang terjaring dalam kondisi sehat dan bukan disabilitas.
Tentu hal ini sangat disayangkan. Pasalnya para PPKS ini dapat mencari kerja tanpa meminta belas kasihan warga.
Banyaknya PPKS ini lantaran masyarakat Tulungagung kerap memberi sehingga hal ini dimanfaatkan oleh pelaku PPKS.
Mendapati hal itu, pihaknya menghimbau agar masyarakat dapat lebih bijak dalam menyumbangkan uangnya.
"Masyarakat kita (Tulungagung) masih 'loman', jadi hal ini dimanfaatkan mereka untuk meminta belas kasihan. Kalau mau menyumbang, lebih baik pada kotak amal masjid atau ke panti asuhan, itu lebih bermanfaat," pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra