Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Soroti Viral Video Syur Remaja di Kabupaten Tulungagung

Matlaul Ngainul Aziz • Senin, 29 Januari 2024 | 17:20 WIB
Ilustrasi seseorang sedang menonton video syur atau pornografi.
Ilustrasi seseorang sedang menonton video syur atau pornografi.

TULUNGAGUNG - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur pastikan agar pelajar yang tengah terbelit kasus viral video asusila dapat mengenyam pendidikan.

Mengingat korban masih berusia 16 tahun sehingga perlu menuntaskan masa pendidikannya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan menggandeng Komisi Perindungan Anak (KPA) untuk mengurangi beban psikologis korban.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai mengatakan, kasus video asusila yang menyeret salah satu pelajar di Kabupaten Tulungagung telah ditangani oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Diketahui usai mencuatnya video asusila tersebut, orang tua korban membuat surat pernyataan untuk mengundurkan diri untuk anaknya dari sekolah.

“Kasus ini sudah ditangani oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Karena orang tua membuat surat pernyataan pengunduran diri untuk anaknya bersekolah dengan alasan tertentu,” jelasnya Minggu (28/1/2024).

Mendapati hal tersebut, pihaknya melalui Cabang Dinas Pendidikan serta pihak sekolah mendatangi orang tua beserta korban.

Tujuannya agar korban tetap dapat mengenyam pendidikan dengan program khusus. Tentu agar korban tidak putus sekolah, mengingat korban masih berusia 16 tahun.

“Kita lakukan pendekatan agar anak ini tetap bersekolah dengan program-program khusus yang kita lakukan. Ya agar anak ini tidak putus sekolah,” ucapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menggandeng Komisi Perindungan Anak (KPA) untuk mengurangi beban psikologi yang diemban korban atas viralnya video asusila tersebut.

Yang mana upaya ini bertujuan agar korban tidak alami traumatis berkepanjangan.

“Kita akan menggandeng KPA untuk mendampingi dan mengurangi beban psikologi anak ini. Agar anak ini tidak mengalami trauma berkepanjangan,” paparnya.

Pihaknya juga mengharapkan agar guru Bimbingan Konseling dapat lebih berperan aktif dalam memberikan pengawasan terhadap siswa.

Yang mana guru BK penting untuk melihat bagaimana perkembangan siswa yang ada di sekolah. Baik dari perubahan-perubahan yang mencolok yang ditunjukkan oleh para siswa sehingga perlu dilakukan pendekatan terhadap siswa.

“Ya agar terhindar dari hal-hal yang dapat merugikan siswa itu sendiri maupun sekolah,” pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#asusila #viral video #Provinsi Jawa Timur #dinas pendidikan