TULUNGAGUNG – SMP Islam Al Azhaar Tulungagung menggelar Tasmi' Khotmil bil Ghoib Alquran yang bertempat di Masjid Al Azhaar Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, pada Senin (8/1). Agenda itu dimulai setelah jemaah salat Subuh mulai pukul 05.00 WIB. Tasmi' Khotmil bil Ghoib Alquran ini adalah hafalan Alquran 30 juz tanpa melihat mushaf Alquran sekali duduk di hadapan publik yang dilakukan oleh santri dan santriwati.
Dalam kegiatan Tasmi' Khotmil bil Ghoib Alquran ini, turut hadir para wali santri dan santriwati yang turut mendampingi santri dan santriwati, guru, teman-teman kelas IX, dan masyarakat sekitar.
Kemudian dalam kegiatan ini, Putri Wardah Amelia Ihsan binti Ali Ihsan atau yang biasa dipanggil Amel, yang merupakan siswi kelas IX SMP Islam Al Azhaar Tulungagung, berhasil mengkhatamkan hafalan Alquran 30 juz sekali duduk selama di bangku SMP.
Upaya mengkhatamkan Alquran 30 juz tentu penuh perjuangan. Tekad dan niat yang kuat, semangat, serta senantiasa ikhlas dalam setiap setoran hafalan kepada pendamping Alquran.
SMP Islam Al Azhaar Tulungagung memiliki struktur kurikulum yang istimewa, yakni memiliki kelas khusus tahfiz. Di kelas ini, para siswa distandarkan dan kurikulumnya difokuskan di tahfiz. Selain itu, santri harus siap tasmi' hafalan Alquran walaupun 1 juz. Untuk kelas tahfiz ini, ditargetkan ketika duduk di kelas IX lulus SMP sudah tasmi’ 30 juz Alquran.
Kepala SMP Islam Al Azhaar Tulungagung, Sri Wahyuni SSi MPd mengungkapkan, dalam kelas tahfiz memang fokus pada kurikulum tahfiz. Di sekolah ini ada program mengaji hingga pukul 09.00 dan dilanjut dengan pelajaran akademik.
Jadi, frekuensi kelas tahfiz itu lebih sering dan terfokuskan. Sementara untuk kelas reguler, ada pembagian waktu dengan target akademik. “Alhamdulillah, ada juga yang sampai bisa tasmi’ 30 juz Alquran,” terangnya.
Untuk pengajar tahfiz, ada 2 hafiz dan 3 hafizah yang mengajar 30 santri dan santriwati yang masing-masing berjumlah 15 murid dalam kelas tahfiz ini. Harapannya, para santri bisa lebih semangat dan istiqamah dalam menghafal Alquran. Proses hafalan ini diselesaikan dalam waktu 3 tahun dan ini termasuk waktu yang sangat singkat.
Karena dalam hafalan itu membutuhkan effort yang tinggi. “Jika masih ada yang belum tercapai target menghafal 30 juz Alquran, paling tidak kami sudah memberikan dasar kepada anak-anak, dan nantinya menjadi semangat serta motivasi. Harapannya, mereka tetap istiqamah hafalan Alquran di jenjang berikutnya,” ujarnya. (rif/c1/ynu)
Editor : Intan Puspitasari