TULUNGAGUNG - Langkah Perseta 1970 di Liga 3 Jatim musim ini harus terhenti. Itu setelah wakil Kota Marmer ini kalah dengan skor 0-2 dari NZR Sumbersari di matchday pamungkas grup LL di babak penyisihan 8 besar provinsi.
Dihubungi usai laga, ofisial Perseta 1970 Rudi Iswahyudi mengungkapkan, harus diakui bahwa kualitas NZR Sumbersari memang di atas dua lawan sebelumnya.
Yakni, Persekabpas dan Pasuruan United. Meski sempat menahan imbang dengan skor 0-0 di paro waktu pertama, anak-anak Tulungagung kesulitan membendung gempuran wakil Kota Malang di babak kedua.
"Mereka (NZR Sumbersari, Red) selalu bisa konsisten walau bukan tuan rumah. Di Liga 3 pada beberapa musim ke belakang juga seperti itu. NZR juga punya sejarah panjang di Liga 3. Harus kami akui, kami kalah dari segi tim maupun kualitas individu pemain," akunya.
Dengan hasil ini, Perseta 1970 finis sebagai juru kunci grup LL. Sebab, tim berseragam kuning-hijau ini belum mengemas poin dari tiga laga di babak delapan besar.
Rudi menambahkan, skema menyerang yang diusung anak asuhnya rupanya mampu dipatahkan oleh lini tengah tim lawan.
"Sejak awal sudah kami sampaikan ke anak-anak untuk berani menekan mereka. Tapi, rupanya belum cukup," sebutnya.
Manajemen, kata Rudi, bakal melakukan evaluasi besar dalam waktu dekat. Meski begitu, dia belum memastikan kapan agenda ini bakal dilangsungkan. Bukan tidak mungkin tim ini bakal dirombak oleh asosiasi.
"Itu kewenangan askab sepenuhnya. Kalau dari kami, yang penting kita bicarakan dulu hasil yang diraih di musim ini," tegasnya.
Meski mengaku kecewa dengan hasil yang diraih timnya, Rudi menerangkan bahwa lolos hingga babak 8 besar Liga 3 di keikutsertaan pertama tetap jadi hal yang patut disyukuri.
Dia menilai hasil ini justru sebagai tolok ukur sepak bola Kota Marmer di musim mendatang.
"Target awal kita kan tidak sejauh ini, mengingat kita pertama kali terjun ke Liga 3. Ternyata bisa sampai babak 8 besar. Harusnya ini jadi motivasi," pungkasnya.
Untuk diketahui, jajaran ofisial Perseta 1970 dijadwalkan bertolak kembali ke Tulungagung tadi malam. Opsi itu diambil agar para pemain bisa segera beristirahat di rumah masing-masing.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra