TULUNGAGUNG - Menjadi kaya dan sukses tentu menjadi keinginan mayoritas orang-orang.
Tentu saat ingin menjadi kaya dan sukses harus bekerja dan berusaha untuk mencapai keinginan itu.
Namun tidak sedikit juga dari masyarakat Indonesia yang mengambil jalan pintas untuk menjadi kaya mendadak, seperti halnya menggunakan pesugihan.
Cara instan pesugihan sudah biasa diakukan oleh para masyarakat sejak zaman dahulu hingga saat ini.
Tempat-tempat pesugihan yang ada di Jawa dan terkhusus di Tulungagung sendiri itu sudah sangat banyak.
Tempat pesugihan yang dilakukan oleh para masyarakat biasa di Pemakaman Desa Ngujang dan pemakaman Kembanng Sore, Gunung Bolo.
Ritual pesugihan di Gunung Bolo sendiri biasanya dilakukan di hari Kamis malam dengan melakukan ritual mantap-mantap dengan lawan jenis di ruangan makam Roro kembang sore.
Melakukan ritual mantap-mantap dengan lawan jenis di ruangan makam kembang sore tersebut diyakini dapat mendatangkan rejeki dan uang untuk para orang-orang yang melakukannya.
Gunung bolo yang sebenarnya tempat pemakaman umum Cina dan tempat makam seorang priyayi atau orang terpandang pada zaman dahulu dewi kembang sore.
Dengan adanya keyakinan mantap-mantap tersebut, sehingga menjadi peluang para oknum-oknum yang sulit ekonomi dan bingung mencari pekerjaan dengan membuka jasa kupu-kupu malam di sekitaran area tempat pemakaman umum tersebut.
Para pelacur yang ada di area pemakamann gunung bolo tersebut berdomisili di luar daerah desa gunung bolo.
Kegiatan PSK tersebut teryata sudah ada sejak lama di area pemakaman Cina, Gunung Bolo.
Mayoritas para kupu-kupu mlaam yang ada di sana adalah para wanita yang sudah berumur kisaran 30 tahun sampai 40 tahun.
Pihak yang berwenang sediri telah melakukan razia ke tempat tersebut, namun kebiasaan negatif tersebut belum juga hilang.
Selain itu, kebiasaan membuang sampah sembarangan juga kerap dilakukan. Area makam, yang notabene lokasi bersejarah di Tulungagung, itu menjadi kotor dan kumuh.
Sampah-sampah yang biasa ditemukan sampah bungkus pengaman dan bungkus-bungkus lotion, dan sebagainya...***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra