TULUNGAGUNG - Seorang pekerja migran indonesia (PMI) Estik (44) asal Desa Jatimulyo Kauman meninggal di Taiwan pada Sabtu (10/2/2024).
Diketahui korban meninggal akibat insiden kebakaran di apartemen tempat korban menetap.
Kepala Desa Jatimulyo, Giono membenarkan adanya salah satu warganya yang bekerja sebagai PMI meninggal di perantauannya pada Sabtu (10/2/2024).
Diketahui korban meninggal akibat terjadinya insiden kebakaran pada apartemen tempat korban menetap.
“Kejadiannya itu masih Sabtu (10/2/2024) sore, jadi korban masih dalam upaya untuk dibawa pulang kesini. Mungkin sekitar satu mingguan,” jelasnya kemarin (11/2/2024).
Berdasarkan penuturannya, korban telah bekerja di Taiwan selama 12 tahun. Tak hanya itu, korban yang merupakan single parent ini meninggalkan dua orang anak yang tengah mengenyam pendidikan di SMA dan perkuliahan.
“Kerja di Taiwan itu selama 12 tahun. Ada dua anak, semuanya perempuan dan masih bersekolah. Statusnya janda, sudah cerai selama 7 tahun,” ucapnya.
Selama perantauannya tersebut, diketahui korban pulang ke kediamannya di Desa Jatimulyo hanya sekitar satu kali.
Yang mana, kabar duka ini membuat pihak keluarga syok. Pasalnya korban merupakan tulang punggung yang menopang kebutuhan ekonomi keluarga.
“Anaknya ikut mbahnya semua. Sudah punya rumah juga di Desa Jatimulya. Keluarga ya merasa terpukul, karena anak-anaknya masih membutuhkan biaya untuk sekolah,” pungkasnya.
Sementara itu, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), Dafid mengatakan bahwasannya pihaknya belum mendapatkan informasi perihal meninggalnya PMI asal Kabupaten Tulungagung.
Kini pihaknya tengah mengkonfirmasi informasi tersebut kepada Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taiwan.
“Sampai saat ini, kami belum mendapat informasi baik pengaduan dari keluarga maupun melalui KDEI Taiwan mas. Kini sedang mengkonfirmasi informasi tersebut kepada KDEI Taiwan,” tandasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra