TULUNGAGUNG - Indonesia memiki banyak sekali menyimpan sejarah pada masa lalunya. Masa dari zaman Majapahit sampai dengan pada masa penjajahan di era Belanda yang meningglkan banyak sekali perusahaan dan pabrik-pabrik untuk industri perdagangan mereka.
Termasuk salah satu pabrik gula di Tulungagung, di bangun pada masa penjajahan ini sudah lama ditinggalkan oleh para masyarakat.
Pabrik gula koenir ini yang dibangun oleh pihak Belanda dan pengatur keuangan yang biasa akrab di panggil Nyai Kontren ini mulai di tutup pada tahun 1930.
Baca Juga: Lelang Jabatan di Tulungagung Terhambat Hal yang Tidak Terelakkan Ini
Pada masa setelah kebangrutan pabrik tersebut, area pabrik menjadi sepi terbengkalai dan mejadi tempat agker.
Banyak masyarakat yang meninggalkan bekas pabrik gula tersebut. Hingga sekitar sepuluh tahun lalu, bekas pabrik ini menjadi tempat yang sempat dikunjungi oleh mister Tukul Jalan-Jalan karena terkenal keangkerannya.
Selain itu juga lahan yang terdapat di area pabrik saat itu sangat tidak terurus. Banyak bangunan yang kotor karena bekas coretan coretan di dindinggh serta banyak juga rerumputan yang tumbuh sangat tinggi disekitar maupun dalam lahan pabrik itu.
Baca Juga: Ketahuan Curi Kambing di Tulungagung, Pria Asal Blitar Ini Dibui
Namun hal itu tidak membuat kaum muda takut dan justru hal tersebut membuat mereka penasaran dan mencoba untuk mendatangi tempat tersebut.
Setelah berita angkernya tempat bekas pabrik gula tersebut, ternyata tidak membuat goyah para kaum-kaum muda milenial dan Gen Z.
Pasalnya banyak dari kaum-kaum muda yang menjadikan tempat tersebut sebagai usaha Coffee Shop dan Warkop kekinian.
Awal mula munculnya ide digunkannya bekas pabrik gula yang angker tersebut dijadikan Coffee shop, sebab banyak dari para siswa-siswa SMA dan para kaum muda yang menggunakan tempat tersebut sebagai tempat pengambilan foto album sekolah dan pemotretan foto model lokal serta selebgram.
Baca Juga: Bakal Ada Tiga Jabatan Strategis yang Kosong pada 2024, Pj Bupati Tulungagung Beri Respons Begini
Karena tempat yang aestetik, karena banyak bangunan bekas-bekas Belanda menambah daya tarik tersendiri bagi para kaum muda saat ini.
Sebab daya tarik tersebut juga menjadikan para pengusaha Coffee Shop dan Warkom menjadi tertarik dan memulai usahanya untuk membuka tempat yang terbengkalai dan angker menjad tempat yang aestetik dan menguntungkan.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra