TULUNGAGUNG - Ratusan aparatur sipil negara (ASN) dilingkup Pemkab Tulungagung mengikuti Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1445 hijriyah di Pendopo Kongas Arum Kusumanging Bongso, Selasa (20/2/2024) pagi.
Melalui momen tersebut, dijadikan pembelajaran bagi seluruh ASN dalam melakukan berbagai kegiatan dan mengeksekusi program agar berlandaskan nilai-nilai agama.
Peringatan Isra Mikraj diisi dengan tausiyah yang dibawakan oleh KH Abu Bakar Abdul Jalil. Dalam ceramahnya, ulama asal Kediri itu mengajak semua yang hadir untuk meneladani sifat-sifat Nabi Muhamad SAW serta mengambil hikmah dari peristiwa Isra Mikraj.
Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno menjelaskan makna yang harus dipetik dari peristwa Isra Mikraj yaitu bahwa sholat tepat waktu dan berjamaah menjadi hal yang harus diperhatikan jika ingin menjalankan kehidupan sehari-hari serta bernegara dengan baik.
Setiap kegiatan yang dilakukan di Tulungagung seharusnya bisa dilandaskan dengan nilai-nilai agama. Sehingga hasilnya akan menjadi berkah untuk masyarakat Tulungagung.
“Hubungan baik dengan tuhan, dan hubungan dengan sesama manusia ‘Hablum minallah wa hablum minannas’ harus menjadi dasar seluruh pegawai di Tulungagung dalam berkegiatan dan mengksekusi program,” katanya.
Selama ini, kegiatan-kegiatan keagamaan telah berlangsung dilingkungan Pemkab Tulungagung.
Contohnya, setiap waktu dhuhur atau sholat jumat, masjid yang ada dalam area perkantoran Pemkab selalu dipenuhi oleh jamaah yaitu para ASN.
“Memang dengan segala aktivitas yang dilakukan, tidak bisa menampung semuanya. Tapi rata-rata saat sholat Dhuhur dan Sholat Jumat itu pasti ada jamaahnya. Toh kapasitas masjid pemkab juga kecil,” paparnya.
Lebih dari itu, Heru mengajak untuk memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial sebagai pilar untuk mewujudkan masyarakat yang rukun, damai, bermoral, berbudaya serta menjaga perbedaan dalam negara yang majemuk.
“Mari kita singkirkan sifat yang saling menyalahkan, saling mencela, saling mengejek, merasa diri yang paling baik, juga tidak saling menyembunyikab kesalahan,” katanya.
Dengan begitu, dia berharap slogan ayem tentren mulyo lan tinoto menjadi sebuah tujuan bersama dengan nilai agama yang menjadi dasar dalam melaksanakannya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra