TULUNGAGUNG - Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur tidak hanya memiliki pesona wisata pantai yang indah, tetapi juga menyimpan pesona eksotis untuk para pecinta alam.
Pesona eksotis itu tak lain adalah Gunung Budeg. Gunung yang sudah tidak aktif itu memiliki berada pada ketinggian 585 mdpl (meter di atas permukaan laut).
Gunung Budeg berada di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Gunung ini memiliki dua jalur pendakian untuk menuju ke puncak.
Jalur pertama berada di Utara dengan karakteristik medan yang terjal dan licin ketika musim hujan tiba.
Dan jalur kedua berada di sebelah barat dengan medan yang cukup aman, dan akan melewati situs bersejarah yaitu Gua Tritis.
Ditambah terdapatnya tali untuk menambah kemudahan pengunjung sampai ke puncak.
Lama pendakian untuk sampai ke puncak ini memerlukan waktu 2 jam perjalanan, pengunjung akan melewati berbagai jenis flora dan fauna disini.
Meskipun tidak setinggi gunung lainnya, Gunung Budeg memiliki pemandangan yang menakjubkan saat sun rise dan sunset.
Para pendaki pun dapat menikmati keindahaan malam saat lampu-lampu menerangi kota Tulungagung. Pesona wisata Gunung Budeg, menjadikan gunung ini lebih menarik.
Sementara untuk masuk ke gunung ini hanya membutuhkan biaya Rp5 ribu/per orang.
Pengunjung juga dapat camping dan menyewa tenda disini. Gunung ini memiliki ciri khas unik berbentuk ‘cikrak' (tempat pembuangan sampah).
Menurut sejarahnya yang diambil dari babad Tulungagung, dulunya seseorang bernama Joko Tawang kemudian jatuh cinta dengan Roro Kembang Sore yang cantik jelita, keturunan ningrat.
Alih-alih ingin mempersunting Roro Kembang Sore, Joko Tawang justru ditolak oleh Roro Kembang Sore.
Joko Tawang tetap gigih, hingga suatu hari, Roro Kembang Sore menyampaikan syarat agar bisa menikahinya dengan cara semedi beralaskan batu dan memakai cikrak selama 40 hari 40 malam.
Namun hal itu tidak diketahui Joko Tawang, Mbok Roro Dadapan. Sehingga ketika Joko Tawang dipanggil oleh ibu-nya, ia hanya diam dan tidak menanggapi.
Mbok Roro Dadapan jengkel dan mengeluarkan sumpah serapah yang membuat Joko Tawang menjadi batu. Joko Tawang pun dijuluki sebagai Joko Budeg.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra