TULUNGAGUNG - SMA Islam Al Azhaar gandeng Genza Education Tulungagung, menggelar Olimpiade Matematika dan Sains (OMSA) tingkat SMP sederajat se-Eks Karesidenan Kediri. Acara ini digelar di Aula SMA Islam Al Azhaar yang berada di Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, pada Sabtu (2/3).
Olimpiade yang diadakan SMA Islam Al Azhaar, Kedungwaru, Tulungagung ini adalah sarana untuk menumbuhkan semangat untuk belajar, terutama pada pelajaran yang dibutuhkan untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
Sejak pukul 07.00, para peserta yang antusias datang silih berganti dan langsung melakukan registrasi, sembari menanti peserta yang lain. Peserta yang sudah datang dipersilakan duduk di Aula SMA Islam Al Azhaar, , Kedungwaru, Tulungagung. Secara keseluruhan ada sekitar 52 peserta.
Tepat pukul 08.00, acara dimulai dengan pembukaan dan sambutan dari Kepala SMA Islam Al Azhaar Aris Kurniawan, MPd, pembacaan ayat suci Alquran dari siswi SMA Islam Al Azhaar. Selain itu, juga ada sambutan dari ketua panitia Muhammad Rizki Fadillah, beserta penyampaian tata cara dan aturan OMSA.
Untuk pelaksanaan OMSA, para peserta dipindah ke 3 ruang kelas untuk pelaksanaan olimpiade. Masing-masing kelas berisikan 18 peserta. Di mana mereka menggarap 50 soal pilihan ganda dan diberi waktu 90 menit untuk pengerjaan soalnya. "Dalam pengerjaan soal, para peserta tidak lagi menggunakan paper, tetapi lebih efektif lagi yakni via handphone," terang Riskya, ketua OSIS SMA Islam Al Azhaar.
Dalam olimpiade ini, juara ditentukan dari besaran nilai hasil menjawab soal yang dikoreksi oleh tim dari Genza Education Tulungagung, serta kecepatan waktu dalam pengerjaan. Dalam waktu 90 menit para peserta harus memaksimalkan dan meraih hasil yang terbaik.
Aris Kurniawan, MPd, selaku Kepala SMA Islam Al Azhaar berharap, melalui penyelenggaraan OMSA, anak-anak bisa menjadi generasi yang senang dan mencintai ilmu untuk meningkatkan kemampuan dirinya. Hal itu, sesuai tema yang diangkat, "Berani! Bergerak! Berjuta Potensi Telah Menanti".
Karena pada generasi-generasi yang menguasai IPTEK itulah yang nanti membuat bangsa Indonesia berkembang dan menjadi besar. "Hal itu, karena memiliki generasi-generasi yang cerdas, beriman, bertakwa, berakhlak, dan beradab baik, tapi juga memiliki kemampuan intelektual yang baik," ungkapnya. (rif/ynu)
Editor : Intan Puspitasari