Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengenal Sosok Inspiratif Mbok Gimah, Sang Maestro 'Kentrung' Perempuan Asal Tulungagung

Ruhma silvi wardani • Rabu, 6 Maret 2024 | 16:14 WIB
Mbah Gimah saat menampilkan kesenian Kentrung di atas panggung
Mbah Gimah saat menampilkan kesenian Kentrung di atas panggung

NASIONAL - Seni tradisional kentrung adalah seni sastra lisan atau tutur yang berbahasa Jawa yang diiringi oleh tabuhan kendang dan terbang.

Mbok Gimah adalah  seorang maestro perempuan yang sangat berperan penting bagi pelestarian seni tradisional Ketrung di Tulungagung.

Mbok Gimah di rumah yang bisa dibilang sederhana yang berada di Dusun Patik, Desa Batangsaren Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung.

Namun Mbok Gimah telah berpulang ke rahmatullah pada 2018 lalu, kisah serta renda hati Mbok Gimah menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.

Mbok Gimah sudah mengenal seni tradisional Kentrung sejak 1962, ia mengenal musik tradisonal kentrung dari ayahnya yang dimana ayah dan kakek Mbok Gimah adalah seorang dalang seni tradisional Kentrung.

Sejak umur 10 tahun Mbok Gimah sudah bisa memainkan seni tradisional Kentrung dan menjadi dalang Ketrung bersama mendiang ayahnya.
 
Di daerah tulungagung sendiri satu-satunya maestro Kentrung wanita adalah Mbok Gimah, beliau berharap ketika beliau meninggal masih ada yang bisa melestarikan Kentrung, agar di Tulungagung seni tradisional Kentrung tidak punah.

"Sarehne umur ku ki wes tuo, tujuan kulo nggeh harapan kulo mboten entenno kulo pokok e kentrung tetep enten, seni Kentrung niku harapan seng satu satune kulo suwun" ucap Mbok Gimah di laman YouTube SSGG Tulungagung dikutip pada (06/03/2024).

Yayak mendefinisikan kentrung sebagai sebuah seni tradisioanal Kentrung adalah tontonan yang memegang (ngemu) tatanan dan tuntunan, kerena seni tradisional kentrung banyak memuat kisah yang memiliki nilai- nilai kebajikan.

"Seperti kisah utak-utak ugel yang bercerita tentang jangan serakah, ada timun mas yang mungkin bercerita tentang kesabaran dan percaya sama pertolongan gusti Allah,"

"Dan ada cerita lagi yang mengahuruskan kita hidup hemat, rajin dan istikhomah dijalan kebenaran" ungkap Yayak menjelaskan.

Seni adalah sebagian dari budaya sudah seharusnya kita melestarikan dan menghargainya, agar keragaman seni budaya yang ada di Indonesia bisa dirasakan dan dinikmati oleh anak cucu kedepan. Budaya adalah warisan leluhur yang tak ternilai harganya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#tulung agung #Mbah Gimah maestro kentrung #seni kentrung tulunggung #sanggar seni gedhang godhog