TULUNGAGUNG – Kalangan legislator turut memberi perhatian dengan naiknya harga beberapa komoditas bahan pokok (Bapok) di Tulungagung jelang bulan Ramadan tahun 2024 ini.
Mereka mendesak pihak eksekutif agar bisa menekan kenaikan harga bapok. Selain itu, legislatif meminta agar ketersediaan bapok tetap ada dan mencukupi.
Ketua Komisi B DPRD Tulungagung, Susilowati menjelaskan pada prinsipnya kenaikan harga bapok selalu terjadi saat menjelang bulan suci Ramadan. Dan, kondisi itu tidak hanya di Tulungagung, melainkan terjadi hampir diseluruh wilayah.
“Terkait harga bapok biasanya memang naik menjelang Ramadan, itu terjadi tidak hanya di Tulungagung saja,” kata politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu.
Baca Juga: Diterjang Angin Puting Beliung, 13 Rumah di Boyolangu Tulungagung Rusak
Komisi B dalam waktu dekat berencana melakukan hearing dengan mitra kerja di eksekutif khusus untuk segera mungkin menangani kenaikan harga bapok ini. Dewan ingin agar pemerintah bisa mengendalikan harga dan menekan gejolak yang terjadi di masyarakat.
“Ya paling tidak agar operasi pasar ini bisa digencarkan untuk menekan gejolak harga bapok,” katanya.
Susilowati menekankan yang terpenting adalah ketersediaan bapok harus selalu dijaga. Garis besarnya tidak masalah jika harga mengalami kenaikan, yang terpenting adalah ketersediaannya yang harus tetap ada jangan sampai ada kelangkaan.
“Kita pastikan bahwa stok jangan sampai ada kelangkaan, untuk menekan harga yang naik. Kita juga akan berupaya kerja sama dengan dinas terkait dan bulog, utamanya untuk komoditi beras,” tutup Susilowati.
Baca Juga: Polisi Segera Tetapkan Tersangka Tabrak Lari di Tulungagung, Korban Ketiga Alami Patah Tulang Rusuk
Salah satu ibu rumah tangga asal Desa Sobontoro, Rosikah mengaku resah harga bapok naik belakangan ini. Kenaikan harga itu pun membuat pengeluaran rumah tangga semakin membengkak.
“Kalau harga-harga pada naik seperti ini, yang paling terasa dampaknya adalah ibu-ibu, karena yang bersinggungan langsung ya kita-kita ini,” katanya.
Dia berharap kenaikan harga bapok tidak berlangsung lama. Menurut dia, bulan Ramadan serta hari raya idul fitri nanti akan banyak biaya yang diperlukan.
Seperti untuk melakukan budaya membeli baju baru saat lebaran ataupun membeli makanan ringan sebagai suguhan lebaran.
“Ini kan lebaran nanti kebutuhan akan semakin banyak, harapannya sih harga-harga bisa secepatnya turun,” tutupnya.***