Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pamit Mancing, Bocah 13 Tahun Tewas Tenggelam, Jasad Korban Ditemukan di Kedalaman 3 Meter

Matlaul Ngainul Aziz • Jumat, 8 Maret 2024 | 00:18 WIB
Tim sedang mengolah TKP insiden bocah tewas tenggelam di Tulungagung.
Tim sedang mengolah TKP insiden bocah tewas tenggelam di Tulungagung.


TULUNGAGUNG - Niat hati ingin memancing, bocah inisial NAP (13) warga Desa/Kecamatan Ngantru, Tulungagung, tenggelam di bekas galian pasir dekat sungai brantas pada Kamis (7/3/2024). Korban pun ditemukan di kedalaman 3 meter dengan kondisi meninggal dunia.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mujiatno mengatakan, sebelumnya korban beserta tiga orang rekannya yaitu ET, DWS dan ASP pergi ke bekas galian pasir dekat sungai Brantas untuk memancing. Diketahui keempat bocah ini berangkat ke lokasi sekitar pukul 14.00 WIB.

Ketika tiba di lokasi, korban dan rekannya DWS menceburkan diri ke dalam air pada bekas galian tambang pasir tersebut. Pada saat itu, ASP teman korban memilih untuk tidak ikut menceburkan diri ke dalam air bersama teman-temannya. 

"Jadi dari empat orang yang datang kesana termasuk korban, hanya korban dan DWS saja yang mau berenang disana, sedangkan temannya ET dan ASP tidak mau," jelasnya, Kamis (7/3/2024).

Baca Juga: Kronologi Pabrik Kayu Ludes Terbakar di Tulungagung, Kelengkapan APAR Jadi Sorotan 

Sebelum menceburkan diri, ET teman korban sempat memberikan peringatan apabila bekas galian pasir itu sangat dalam. Sayangnya, peringatan itu tidak dihiraukan oleh korban.

Tak berselang lama, korban NAP dan rekannya DWS tenggelam dan berusaha meminta pertolongan dua temannya yang saat itu tidak ikut berenang.

Diketahui hanya ET yang bisa berenang dan berupaya untuk menolong temannya yang tenggelam. Namun ET hanya dapat menyelamatkan satu orang yakni DWS. 

"ET ini memang pandai berenang, sedangkan ASP tidak bisa berenang. Saat itu ET hanya berhasil menyelamatkan DWS, sedangkan NAP gagal diselamatkan," ucapnya.

Baca Juga: Wujud Moralitas, Civitas Hospitalia RSUD dr Iskak Tulungagung Panjatkan Doa Bersama di Pemakaman Jenazah Tanpa Identitas

Gagal menyelamatkan korban, ET menemui kakek korban untuk meminta pertolongan. Mendapati kabar tersebut, lantas kakek korban menyelam ke bekas galian pasir untuk menyelamatkan cucunya yang tenggelam sedalam lebih dari 3 meter.

Setelah berhasil menemukan cucunya di dasar bekas galian pasir tersebut, korban segera dievakuasi ke daratan. Diketahui pada saat itu korban dalam kondisi lemas. 

Yang mana korban segera dievakuasi ke Puskesmas Ngantru untuk mendapat perawatan medis. Sayangnya nyawa korban tidak tertolong. 

"Petugas Puskesmas Ngantru dan Tim Inafis Polres Tulungagung menyatakan jika korban meninggal dunia," pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#tenggelam #bocah