Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cuaca Buruk, Dua Dusun di Tulungagung Sudah Dua Hari Krisis Air Bersih

Matlaul Ngainul Aziz • Jumat, 8 Maret 2024 | 00:35 WIB
Pendistribusian air bersih kepada warga yang mengalami krisis air bersih di Tulungagung.
Pendistribusian air bersih kepada warga yang mengalami krisis air bersih di Tulungagung.


TULUNGAGUNG - Dua dusun di Desa Winong Kecamatan Kalidawir Tulungagung mengalami krisis air bersih usai air di rumahnya bercampur lumpur selama dua hari terakhir. Diduga hal itu disebabkan lantaran cuaca buruk yang terjadi di Kabupaten Tulungagung akhir-akhir ini.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Tulungagung, Gilang Zelakusuma mengatakan, sejak Selasa (5/3/2024), pihaknya menerima permintaan air bersih dari dua dusun di Desa Winong Kecamatan Kalidawir. Itu karena dua dusun tersebut mengalami krisis air bersih selama dua hari terakhir.

Diketahui, wilayah Desa Winong Kecamatan Kalidawir sendiri kebanyakan warganya memanfaatkan air bersih dari Hippam Tirto Langgeng.

Hanya saja, selama dua hari terakhir, air bersih dari Hippam sendiri tidak berjalan maksimal dan bahkan sempat mengeluarkan air bercampur lumpur.

"Mulai Selasa (5/3/2024), air Hippam warga disana sempat mengeluarkan lumpur, dan pada Rabu (6/3/2024) airnya tidak bisa digunakan, sehingga mereka kekurangan air bersih," kata Gilang Zelakusuma, Kamis (7/3/2024).
 
Baca Juga: Pamit Mancing, Bocah 13 Tahun Tewas Tenggelam, Jasad Korban Ditemukan di Kedalaman 3 Meter

Krisis air bersih pada dua dusun di Winong, ungkap Gilang, diduga karena dampak cuaca buruk yang terjadi di Kabupaten Tulungagung selama beberapa pekan terakhir. Pasalnya, Hippam sendiri memanfaatkan air sungai untuk diambil dan dimanfaatkan warga setempat melalui jaringan Hippam.

Hanya saja dikarenakan terjadi cuaca buruk, air sungai yang menjadi sumber air milik Hippam keruh lantaran bercampur lumpur, sehingga berdampak pada warga penggunanya. Bahkan pihaknya juga mendapat informasi jika mesin penyedot air milik Hippam sempat rusak akibat menyedot air bercampur lumpur.

"Faktornya karena cuaca buruk, dan air sungai menjadi keruh, sehingga air yang diterima warga sempat bercampur lumpur. Informasi terakhir mesinnya juga rusak," ungkapnya.
 
Baca Juga: Kronologi Pabrik Kayu Ludes Terbakar di Tulungagung, Kelengkapan APAR Jadi Sorotan 
 
Atas permasalahan itu, Gilang menyebut jika Kepala Desa (Kades) Winong kemudian meminta bantuan dropping air bersih kepada BPBD Tulungagung untuk dua dusun yang terdampak.
 
Sejak dua hari terakhir, pihaknya sudah mengirimkan total 8 truk tangki air bersih untuk dua dusun tersebut.

Diketahui, untuk satu truk tangki mampu menampung sebanyak 5000 liter, sehingga total air bersih yang sudah dikirim pada dua dusun tersebut yakni 40.000 liter. Menurut Gilang, pihaknya masih tetap akan mengirimkan air bersih untuk dua dusun tersebut apabila mereka tetap meminta bantuan air bersih.

"Dua dusun itu yakni Dusun Winong Rt 1 Rw 1 dan Dusun Mongkrong Rt 1 Rw 2 Desa Winong Kecamatan Kalidawir Tulungagung. Hari ini belum ada permintaan lagi, kalaupun minta akan kami kirim," pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#krisis air bersih #Gilang Zelakusuma