Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tasyakuran dan Bazar HUT Dekranasda Tulungagung ke-44 Tahun 2024: Berlangsung Tiga Hari, Tawarkan Harga Lebih Murah Dari Pasaran

Mukhamad Zainul Fikri • Jumat, 8 Maret 2024 | 23:32 WIB
Pj Ketua Dekranasda Kabupaten Tulungagung, Diana Puspitasari Heru Suseno memantau produk UMKM pendampingan Dekranasda Kabupaten Tulungagung.
Pj Ketua Dekranasda Kabupaten Tulungagung, Diana Puspitasari Heru Suseno memantau produk UMKM pendampingan Dekranasda Kabupaten Tulungagung.

TULUNGAGUNG - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tulungagung telah sampai di umur yang ke-44 pada tahun 2024 ini. Peringatan hari ulang tahun (HUT) diisi dengan tasyakuran serta bazar yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut mulai 7-9 Maret mendatang.

Itu merupakan ruang bagi para pelaku UKM/IKM di Tulungagung untuk memasarkan produknya, sekaligus membantu masyarakat umum ditengah-tengah kenaikan harga bahan pokok (Bapok) jelang bulan Ramadan.

Mulai dari komoditas Sembilan bahan pokok (Sembako), sayur, buah produk olahan ikan, aneka kerajinan dan banyak lagi produk kreatif UKM/IKM di Tulungagung berjejer pada beberapa stand bazar HUT Dekranasda Tulungagung ke-44 tahun.

Selama tiga hari, bazar tersebut akan berlangsung pada lokasi yang sangat strategis yaitu di halaman gedung Dekranasda Tulungagung sebelah timur titik nol kilometer.

Pj Ketua Dekranasda Kabupaten Tulungagung, Diana Puspitasari Heru Suseno mengatakan bazar tersebut pada intinya untuk memberikan ruang bagi seluruh pelaku UKM/IKM di Tulungagung untuk mengembangkan produk masing-masing.

Pun karena perhelatannya bertepatan sebelum bulan Ramadan, bazar itu dianggap bisa membantu seluruh masyarakat karena setiap yang dijual memiliki harga yang lebih murah dibandingkan harga pasaran.

“Kita juga menyediakan suplay sembako, gula sampai minyak gorang dengan harga lebih murah daripada dipasaran. Tadi saya cek disini gula perkilo Rp 15 ribu, sementara dipasar harganya bisa mencapai Rp 16-17 ribu setiap kilonya,” ungkap istri Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno tersebut.

Selain bazar, Diana melanjutkan saat ini yang menjadi fokus adalah memperlebar jangkauan pemasaran produk unggulan Tulungagung. Dekranasda Tulungagung mulai mengarah pada pemasaran berbasis digital agar lebih luas lagi. Selain itu outlet atau pemasaran secara offline terus diperkuat.

“Kita arahnya ke pengembangan dan optimalisasi supaya produk dekranasda bisa dikenal. Juga meningkatkan pemasaran produk-produknya, maunya kita kembangkan dengan cara online ke digitalisasi melalui media sosial atau sarana lain,” katanya.

Seperti diketahui, Dekranasda Kabupaten Tulungagung merupakan organisasi yang mempunyai visi menjadi lembaga yang handal dalam mendukung kemandirian perekonomian Indonesia.

Dekranasda juga merupakan wadah pembinaan para pelaku IKM/UMKM khususnya sektor kerajinan dan makan minum (mamin) yang ada di Kabupaten Tulungagung.

“Pemerintah menekankan untuk mengoptimalkan penggunaan produk lokal, kebijakan dalam pengoptimalan penggunaan produk lokal merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mendorong ekonomi nasional maupun daerah guna menjamin kepastian pasar dari produk IKM/UMKM,” katanya.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung, Hartono menambahkan Dekranasda senantiasa ingin membantu promosi setiap produk UKM/IKM yang ada di Tulungagung.

Sementara terkait bazar yang dilakukan, dia ingin bisa dimanfaatkan masyarakat sebaik-baiknya terutama untuk menyambut bulan Ramadan tahun 2024 ini.

“Bazar ada kebutuhan pokok, bisa membantu masyarakat dalam menyetabilkan harga sembako menjelang Ramadan ini. Dibantu dengan stake holder lainnya, membuat harga-harga di bazar ini bisa lebih murah dibandingkan di pasaran,” tutupnya.

Hartono menegaskan seluruh masyarakat bisa datang pada bazar tersebut. Masyarakat bisa memilih dan membeli kebutuhan yang diinginkan, termasuk beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dari badan urusan logistik (Bulog) Tulungagung yang memiliki harga dibawah rata-rata.

“Cuma kalau beras SPHP itu pembeliannya ada pembatasannya. Tapi secara umum siapapun masyarakat bisa datang kesini, mereka bisa membeli apapun yang diinginkan,” tutup Hartono.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#bapok #kabupaten tulungagung #dekranasda